(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Indonesia dan Afganistan sepakat untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi khususnya di bidang tekstil, farmasi, building construction dan makanan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut dengan mengirimkan delegasi Indonesia ke Afganistan untuk melakukan dialog bisnis bilateral.
Airlangga sampaikan Afganistan memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia karena merupakan salah satu negara yang mengakui awal kedaulatan Republik Indonesia, terangnya, Selasa (6/6).
Kedua negara telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun dan berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Penguatan hubungan bilateral akan membawa pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.
Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Afganistan di Indonesia pada periode 1 Januari 2010 hingga 30 Juni 2016 berada pada peringkat ke-34 daftar investor asing di Indonesia, lebih tinggi dibandingkan Selandia Baru, Norwegia dan Arab Saudi.
Sejak tahun 2011 hingga 2015 lalu, dalam pertumbuhan antara kedua negara terjadi fluktuasi tumbuh mencapai 3,83% rata-rata pertahun, sedangkan pada tahun 2015, total perdagangan kedua negara mencapai USD 36,5 juta, bahkan pada 2014 mencatat capaian tertinggi sebesar USD 77 juta.
Sedangkan pada tahun 2016 lalu, investor Afganistan yang telah berinvestasi di Indonesia mencapai USD 12,3 juta. Investasi tersebut dominan di sektor industri kimia dan farmasi, sedangkan tahun sebelumnya lebih banyak di industri tekstil.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









