Kain Tenun Nusa Tenggara Timur Kekayaan Nusantara

0
2331
(Photo: Vibizmedia)

(Vibizmedia – Lensa Vibizmedia) Pernahkah anda mendengar suatu tempat bernama Ternate? Pasti semua sudah pernah mendengar dan menjawab Ternate berada di Maluku Utara. Tapi sudahkah pernah mendengar nama daerah Ternate di Nusa Tenggara Timur? Ternyata di kabupaten Alor, NTT, Ternate merupakan nama salah satu desa yang terkenal dengan kerajinan tenunnya. Keindahan kain tenun dengan motif etnik yang beragam ini patut di beli dan dinikmati keindahannya oleh para wisatawan.

(Photo: Vibizmedia)
(Photo: Vibizmedia)

Itu sebabnya salah satu kelebihan Pulau Alor di propinsi NTT adalah memiliki warisan pusaka leluhur yang sangat indah yaitu kain tenun dengan berbagai motif yang memukau. Pembuatan kain tenun ini merupakan seni kerajinan tangan yang telah diajarkan dan diturunkan secara turun menurun bagi anak cucu setiap suku di NTT.

(Photo: Vibizmedia)

Kerajinan tangan tradisional ini disebut tenun ikat sesuai dengan proses pembuatan motifnya dilakukan dengan metode pengikatan benang-benang. Yang membedakan dengan daerah lain yaitu dalam menggunakan cara benang pakannya (benang yang dimasukkan melintang pada benang lungsin ketika menenun kain), namun masyarakat NTT menenun dengan mengikat benang lusi (lungsi). Kecuali di kabupaten Manggarai dan sebagian kabupaten Ngada, kain tenun ikat tersebar secara merata di hampir semua kabupaten NTT.

(Photo: Vibizmedia)

Dalam pembuatan kain menggunakan dua jenis benang. Yang pertama adalah benang yang dibuat sendiri yang disebut dengan Masturi. Yang kedua adalah benang yang sudah jadi yang bisa didapatkan di toko kain. Harga kain akan semakin mahal apabila makin banyak menggunakan benang Masturi. Karena itu kain tenun ikat yang dianggap paling istimewa adalah kain yang menggunakan benang Masturi sepenuhnya.

(Photo: Vibizmedia)

Kerajinan tenun merupakan mata pencaharian para wanita di desa Ternate, NTT. Kain yang dihasilkan dijamin kain dengan motif terbaik se-Kabupaten Alor. Untuk mencapai desa Ternate dari dermaga Alor kecil dengan menggunakan perahu selama 1 jam. Di desa Ternate tidak sulit bertemu dengan para pengrajin tenun. Mereka bisa berkumpul di pasar, atau bisa kita panggil dari mulut ke mulut. Karya Tenun dari para pengrajin ini sangat beragam motifnya. Biasanya motif tenun Alor berbeda dengan motif tenun Ternate.

(Photo: Vibizmedia)

Motif tenun Alor yaitu bunga dan naga. Motif tenun desa Ternate adalah hewan-hewan, seperti penyu, ikan, gajah, dan burung .Kain tenun yang ditawarkan ada dua jenis yaitu selempang harganya berkisar Rp 25.000-Rp 40.000,- yang bisa dipesan dengan ditambahkan nama pemesan namun memerlukan waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Dan yang kedua adalah kain bahan baju dengan harga berkisar dari Rp. 200,000- Rp. 500,000,-.

(Photo: Vibizmedia)

Tingkat kesulitan mengerjakan tenun ikat NTT relatif rumit. Terlebih lagi di dalam pewarnaan benang menggunakan proses pewarnaan alami dari hasil bumi. Misalnya kayu pen, damar merah, rumput laut, kedondong, dan kunyit . Untuk mendapatkan hasil warna tertentu, pada benang dilakukan pengolahan bahan yang tepat. Seperti warna merah muda terang akan muncul pada ranting pohon ‘pen’ yang dihaluskan. Karena hal itulah maka bagi masyarakat NTT, kain tenun dianggap sebagai salah satu harta kekayaan yang bernilai sangat tinggi.

Indiah Dwi/Journalist/VM
Editor: Endah Caratri

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here