Pemerintah Luncurkan Paket Kebijakan Atasi Dampak El Nino

0
346
Pemerintah Luncurkan Paket Kebijakan Atasi Dampak El Nino
Sumber: Kemenkeu

(Vibizmedia – Economy & Business) – Kemarau panjang akibat El Nino berdampak pada lonjakan harga komoditas beras yang memicu tekanan inflasi tinggi.

Oleh karena itu, Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meluncurkan paket kebijakan APBN.  Untuk atasi dampak El Nino, menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.

Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka merespon gejolak ekonomi global, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan kemarau panjang akibat El Nino.

“Saya ingin menyampaikan beberapa langkah kebijakan APBN untuk menjaga stabilitas dan menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah deraan. Dan tekanan yang sekarang ini terjadi dari ekonomi global. Juga ada faktor El Nino yang kita lihat memukul terutama masyarakat kita yang berpendapatan rendah,” ujar Menkeu. Yang disampaikan dalam Konferensi Pers APBN KiTa pada Rabu (25/10/2023) di Jakarta.

Ia menuturkan, terjadinya El Nino mengakibatkan lonjakan harga komoditas seperti beras yang memicu tekanan inflasi tinggi. Selain itu, tingginya suku bunga di negara maju dan melemahnya outlook perekonomian global menimbulkan dampak yang sangat terasa di masyarakat.

“Maka APBN perlu untuk memberikan perlindungan dengan penebalan bansos. Ini terutama untuk masyarakat rendah yang berpendapatan rendah. Kita juga ingin memperkuat kegiatan ekonomi terutama di level grass root dengan UMKM.

UMKM kita juga kita ingin terus dorong, terutama untuk penyaluran KUR. Juga kita ingin peningkatan terutama sektor properti perumahan,” papar Sri Mulyani.

Menteri Keuangan menjelaskan, paket kebijakan pertama adalah penebalan bansos berupa tambahan bantuan beras dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli, stabilisasi harga, dan pengendalian inflasi.

Tambahan bantuan beras akan diberikan kepada 21,3 juta kelompok penerima manfaat sebesar 10 kg selama bulan Desember. Dengan total kebutuhan anggaran Rp2,67 triliun. Sementara, BLT akan diberikan kepada 18,8 juta kelompok penerima manfaat sebesar Rp200 ribu per bulan. Dibagikan selama November-Desember dengan total kebutuhan anggaran Rp7,52 T.

Paket kebijakan kedua ditujukan untuk mengoptimalkan peran UMKM melalui percepatan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Kita mendorong KUR ini ya tahun ini untuk bisa ditingkatkan mencapai 297 (triliun rupiah) targetnya. Pelaksanaan KUR agak tersendat pada semester satu, maka kita minta agar program ini diakselerasi sehingga bisa tercapai target 297,” ucap Menkeu.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan paket kebijakan ketiga adalah penguatan sektor perumahan untuk mendongkrak kegiatan di sektor konstruksi perumahan. Ini sekaligus membantu masyarakat berpendapatan rendah untuk bisa mendapatkan rumah.

Bentuk kebijakannya yaitu pemberian PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk penjualan rumah baru dengan harga di bawah 2 miliar rupiah. Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, pemerintah juga memberi Bantuan Biaya Administrasi (BBA) selama 14 bulan sebesar Rp4 juta per rumah.

Terakhir, dukungan juga diberikan pada penambahan target bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) untuk masyarakat miskin sebanyak 1,8 ribu rumah.

“Berbagai langkah ini dilakukan terutama untuk sektor konstruksi, tapi juga di bantalan bantalan sosial. Kami berharap bisa membuat perekonomian kita bertahan dari guncangan ketidakpastian global,” ucap sang Bendahara Negara.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting