Jelang Lebaran 2024 Ketahanan Stok BBM di atas 20 Hari

0
218
Ilustrasi BBM Pertamina

(Vibizmedia – Nasional) Terkait ketahanan stok BBM jelang Lebaran 2024, Kepala Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati mengatakan bahwa ketahanan stok BBM (gasoline, kerosine, avtur) selama periode Posko Hari Ramadan dan Idulfitri 2024 dalam kondisi aman.

Dikatakan aman karena ketahanan stok berada di atas 20 hari. Menurut Erika, ketahanan stok yang mencapai di atas 20 sampai Rabu (3/4/2024) ini, lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Selama periode Posko Hari Ramadan dan Idulfitri 2024, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 115 Terminal BBM, lebih dari 7.400 SPBU, dan 71 DPPU, serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi. Secara Umum Kondisi Ketahanan Stok BBM Aman, baik gasoline, gasoil, kerosene maupun avtur, dengan Ketahanan Stok di atas 20 Hari,” tutur Erika.

Penjelasan ini disampaikan oleh Erika usai  Pembukaan Posko Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2024 di Jakarta, seperti dilansir laman Kementerian ESDM, Rabu (3/4/2024).

Diperkirakan, dalam periode Posko Ramadan dan Idulfitri 2024 juga penyaluran BBM jenis gasoline dan avtur, akan naik masing-masing sebesar 11 persen dan 1,3 persen. Sementara untuk gasoline turun 15 persen.

Kementerian ESDM c.q. Drektorat Jenderal Migas dan Pertamina telah menyiagakan 30 Terminal LPG, 723 SP(P)BE dan 5.027 Agen LPG.

“Prognosa ketahanan stok LPG Nasional dalam kondisi aman, dengan coverage days LPG rata-rata 14 hari. Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri 2024 serta menyiapkan Agen dan Pangkalan LPG Siaga 24 jam khusus wilayah dengan demand tinggi,” kata Erika.

“Kita tentunya berharap, bahwa segala hal baik diatas dapat selalu terjaga dan kita terus melakukan segala upaya antisipasi, terutama di wilayah yang mayoritas merayakan Hari Raya Idulfitri 2024, daerah wisata yang menjadi destinasi masyarakat, jalur lintas utama maupun logistik serta wilayah rawan kemacetan maupun rawan bencana,” pungkas Erika.