Listrik Masuk Desa di Pulau Timor, Wilayah 3T, Belum Pernah Melihat Listrik Sejak Indonesia Merdeka

0
190
Dengan hadirnya listrik, salah seorang warga Desa Ngancar, Senti yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dapat menanak nasi menggunakan alat elektronik yang sebelumnya menggunakan kayu bakar. (Foto: PT PLN (Persero)

(Vibizmedia – Nasional) PT PLN (Persero) berhasil membangun jaringan baru untuk menerangi empat desa di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk dalam wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) tersebut.

Keempat desa yang kini tersambung listrik PLN tersebut adalah:
1. Desa Tublopo di Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara;
2. Desa Meusin di Kecamatan Boking, Kabupaten Timur Tengah Selatan;
3. Desa Kiubaat di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan; dan
4. Desa Maumutin di Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.

Melalui Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) dan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang, PLN telah merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,81 kilometer sirkuit (KMS), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 19,81 KMS dan empat gardu dengan kapasitas 50 kilovolt Ampere (kVA) dengan 344 potensi pelanggan.

Kehadiran listrik PLN ini pun disambut gembira oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Meusin, Imanuel Banunaek, yang akhirnya bisa merasakan listrik di desanya.

Imanuel menyampaikan bahwa seluruh masyarakat sangat gembira dan sangat senang karena listrik sudah masuk ke Desa. Ia melanjutkan, sejak nenek moyang mereka, mereka tidak pernah melihat listrik. Sejak Indonesia merdeka desa mereka belum pernah melihat listrik, sampai hari ini sudah merasakan listrik masuk ke Desa.

Selaras dengan Immanuel, Kepala Dusun di Desa Kiubaat, Marsel juga menyampaikan rasa syukurnya atas masuknya listrik sampai ke desa mereka.

Marsel menyatakan rasa trema kasihnya kepada PLN karena listrik telah menyala di kampung mereka. Kegembiraan masyarakat begitu besar akhirnya dapat merasakan listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN untuk memastikan hadirnya akses listrik yang merata bagi seluruh masyarakat.

Untuk itu, kata dia, PLN akan terus mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan elektrifikasi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T.

Darmawan menyatakan, PLN terus mendukung Pemerintah dengan memperluas akses listrik secara merata ke seluruh pelosok negeri sebagai bentuk nyata dari keadilan sosial bagi semua warga Indonesia. Sehingga diharapkan kehadiran listrik mampu mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat.

General Manager PLN UIW NTT I Gede Agung Sindu Putra mengatakan, realisasi pembangunan Listrik Desa di NTT menjadi salah satu fokus PLN UIW NTT sebagai komitmen perseroan untuk menerangi hingga ke pelosok tanah air.

Pembangunan jaringan listrik desa pun terus dikebut untuk mempercepat pendistribusian listrik ke desa-desa yang belum mendapatkan kesempatan untuk menikmati listrik.

Sindu menegaskan, percepatan realisasi pembangunan jaringan listrik desa di NTT terus digencarkan. Sosialisasi dan edukasi diberikan kepada masyarakat desa tentang pentingnya listrik dan bagaimana cara mendapatkan akses listrik juga terus dilaksanakan.

Sindu melanjutkan, kondisi geografis seperti medan sulit dan cuaca yang tidak mendukung, tidak meyurutkan semangat petugas PLN untuk merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Hal itu juga kata dia, berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak antara lain Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, instansi-instansi terkait dan masyarakat.

Sindu menjelaskan, pembangunan jaringan listrik desa tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Perjuangan-perjuangan para pejuang kelistrikan terus membara, meski menemui kendala sepanjang pembangunan jaringan listrik berlangsung. Semangat untuk menerangi wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau oleh listrik akan terus digelorakan, sehingga seluruh penduduk dapat menikmati manfaat dari akses listrik tanpa terkecuali.