Pelayaran Batch 1 MBJR Laskar Rempah Resmi Dilepas Kemendikbudristek

0
160

(Vibizmedia – Belitung Timur) Laskar Rempah adalah kelompok generasi muda Indonesia yang terlibat dalam pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR). Ke 29 Laskar Rempah dilepas secara resmi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pelayaran batch 1 MBJR dengan rute Jakarta – Belitung Timur – Dumai.

Di atas KRI Dewaruci para Laskar Rempah diberikan sejumlah pembekalan materi, aktivitas dalam membangun kebersamaan, dan pertunjukan seni budaya.

Pelayaran ini dimulai dari refleksi sejarah Indonesia sebagai negara maritim dan bertujuan untuk memperkenalkan serta menelusuri jejak sejarah kemaritiman Indonesia. KRI Dewaruci, kapal yang digunakan, juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang harus dilestarikan.

Pelayaran ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Pada tahun sebelumnya, Laskar Rempah yang terdiri dari 147 generasi muda Indonesia telah menempuh jalur perdagangan rempah dari Surabaya hingga Surabaya melalui berbagai titik seperti Makassar, Ternate, Banda, Kupang, dan lainnya. Seleksi calon Laskar Rempah dilakukan dengan serius, dan mereka dilihat dari kepedulian terhadap ekosistem bahari.

Diungkap oleh Muhammad Jufri Rumadaul, Laskar rempah asal Provinsi Papua Selatan, sekaligus Ketua dari Batch 1 Lada Putih MBJR 2024. Ia mengatakan bahwa sebagai ketua dari Lada Putih tentu memiliki peran penting dalam mengkoordinir seluruh Laskar Rempah dalam segala persiapan keseluruhan kegiatan di lakukan serttameningkatkan kekompakan serta keakraban Laskar Rempah Lada Putih 2024.

Saat berada di KRI Dewaruci, Minggu (10/6), Muhammad Jufri Rumadaul menjelaskan, sebelum berkumpul di Jakarta, semua sudah saling berkomunikasi secara daring. Sebagai ketua tim, ia mendengarkan seluruh saran yang diberikan oleh anggota Laskar Rempah Lada Putih, guna mengutamakan kepentingan bersama.

Jufri menambahkan, penamaan Laskar Rempah batch 1 yaitu Lada Putih di latar belakangi oleh lada putih yang merupakan sebuah komoditi di Kabupaten Belitung Timur, sekaligus merupakan salah satu titik singgah dari pelayaran batch 1.

Jufri menyatakan, selama berlayar bersama KRI Dewaruci, banyak kegiatan yang dilakukan, mulai dari menerima materi tentang sejarah KRI Dewa Ruci, sharing session dengan beberapa narasumber, antara lain Prof. Susanto Zuhdi, perwakilan dari Sekretariat Wakil Presiden, dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Kemendikbudristek.

Jufri berharap, dengan pelayaran dan kampanye yang dilakukan Jalur Rempah dapat menjadi warisan budaya dunia yang secara resmi diakui oleh UNESCO.

Selain itu, Ahmad Widad, Fasilitator Laskar Rempah MBJR 2024, mengatakan bahwa pengalamannya pada MBJR 2023 menjadi modal utama dalam bertanggung jawab sebagai fasilitator di MBJR 2024. Sebagai fasilitator, Widad bertugas untuk memastikan MBJR 2024 batch 1 ini dapat berjalan dengan baik, antara lain menjadi pribadi yang komunikatif dengan laskar rempah, melakukan tugas administratif undangan khususnya para TNI AL KRI Dewaruci, dan senantiasa mengingatkan para Laskar Rempah untuk memaksimalkan kegiatan MBJR 2024 sebagai pengalaman yang berharga.

Ahmad menjelaskan, peran fasilitator sangatlah penting untuk memastikan para Laskar Rempah dapat mengikuti susunan acara yang dibuat, membangun kekompakan sesama Laskar Rempah, mengingatkan tugas yang diberikan, dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada Laskar Rempah.

Widad berharap, Laskar Rempah MBJR 2024 terus menjadi garda terdepan dalam mengawal Jalur Rempah menuju warisan budaya dunia.

Ia menambahkan, lebih dari itu, setelah kegiatan ini berakhir akan ada luaran-luaran seperti video, tulisan, dan implementasi essay yang dibuat oleh Laskar Rempah, sehingga Jalur Rempah dapat dikenal dan dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dunia.

Mengenal Laskar Rempah

Laskar Rempah adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan rempah-rempah Indonesia serta mengapresiasi warisan budaya dan sejarah rempah-rempah di nusantara. Gerakan ini menyoroti peran penting rempah-rempah dalam sejarah Indonesia, baik dari segi ekonomi, budaya, maupun sosial.

Tujuan dan Visi Laskar Rempah
Mengangkat dan melestarikan warisan budaya rempah-rempah Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi. Juga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya rempah-rempah dalam sejarah dan budaya Indonesia. Selain itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan produk berbasis rempah dan pariwisata sejarah rempah. Lebih dari itu, juga mengembangkan destinasi wisata berbasis rempah yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Indonesia, yang dikenal sebagai Kepulauan Rempah, memiliki sejarah panjang terkait perdagangan rempah-rempah seperti cengkeh, pala, lada, dan kayu manis. Rempah-rempah ini tidak hanya berperan penting dalam perdagangan internasional pada masa lalu tetapi juga dalam perkembangan budaya, kuliner, dan ekonomi lokal.

Aktivitas dan Program

  1. Menyelenggarakan ekspedisi ke berbagai daerah penghasil rempah di Indonesia untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan rempah-rempah nusantara.
  2. Mengadakan berbagai kegiatan edukasi, seperti seminar, workshop, dan pelatihan mengenai sejarah rempah-rempah, manfaatnya, dan cara pengolahannya.
  3. Menyelenggarakan festival yang menampilkan berbagai produk rempah, kuliner berbasis rempah, serta kegiatan budaya yang terkait dengan sejarah rempah-rempah.
  4. Mengadakan pameran dan publikasi mengenai rempah-rempah, termasuk buku, artikel, dan dokumenter.