Indonesia Perkuat Akses Pasar Kanada Lewat SIAL Canada 2025

0
558

(Vibizmedia – Internasional) Indonesia terus memperkuat konsistensinya dalam menembus pasar Amerika Utara, meski menghadapi tantangan kebijakan tarif dari Amerika Serikat. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui partisipasi dalam Salon International de l’Alimentation (SIAL) Canada 2025 yang digelar pada 29 April–1 Mei di Enercare Centre, Toronto, Kanada.

Sebagai pameran inovasi pangan terbesar di Amerika Utara, SIAL Canada 2025 diikuti lebih dari 1.000 peserta dari 44 negara dan menarik lebih dari 21.000 pengunjung profesional dari 77 negara. Paviliun Indonesia secara resmi dibuka oleh Konjen RI Toronto, Dyah Lestari Asmarani, didampingi oleh Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky.

“Partisipasi Indonesia di SIAL Canada 2025 menunjukkan komitmen kuat menghadapi dinamika global, termasuk tantangan tarif yang kompleks. Ini adalah bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan global,” ujar Konjen Dyah.

Paviliun Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan seperti kopi spesialti, makanan sehat, mi instan, rempah-rempah, minyak kelapa, dan produk olahan laut. Sepuluh perusahaan ikut ambil bagian, antara lain Alam Scientia Asia, APO Products Ltd./UNO Foods Inc., Caldera Coffee, Exotique Foods, Indofood Sukses Makmur, Maxindo Karya Anugerah, Mayora, Northern Tide Fisheries, Sari Mas Permai, dan Tucan Holistic.

Atase Perdagangan Mahdewi Silky menambahkan, partisipasi Indonesia di ajang ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar produk makanan dan minuman nasional di Kanada. “Kami berharap kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan ini mampu membuka peluang pasar yang lebih luas dan memperkuat posisi Indonesia di Amerika Utara,” ujarnya.

Salah satu peserta, Sarah Ayu dari Maxindo Karya Anugerah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan dan ITPC. “Fasilitasi yang diberikan sangat profesional, dari penyediaan booth hingga koneksi dengan buyer potensial. Ini mendorong kami untuk terus memperluas pasar dan berkontribusi bagi ekspor nasional,” katanya.

Pada 2024, ekspor Indonesia untuk produk makanan dan minuman olahan (HS 16–22) ke Kanada mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni USD 102 juta, melonjak 82% dari tahun sebelumnya sebesar USD 56 juta. Meski demikian, potensi ekspor dinilai masih sangat besar.

Mahdewi optimistis momentum ini akan semakin kuat seiring dengan rampungnya perundingan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dan kelanjutan negosiasi ASEAN–Canada Free Trade Agreement (ACAFTA). “Kami yakin kerja sama ini akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Kanada, meskipun tantangan tarif AS masih ada,” jelasnya.

Keikutsertaan Indonesia di SIAL Canada 2025 merupakan hasil sinergi antara Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Perwakilan RI di Kanada, Bank BRI dan BNI New York, serta pelaku usaha. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat promosi produk makanan dan minuman Indonesia, khususnya di pasar Kanada bagian timur dan kawasan Amerika Utara secara umum.