Kemenperin Dorong Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional

0
291

(Vibizmedia – Jakarta) Sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing dan kemandirian industri alat kesehatan nasional. Upaya ini bertujuan memperkuat ketahanan sektor kesehatan, mengurangi impor, menarik investasi, dan membuka lapangan kerja di sektor manufaktur.

Direktur Jenderal ILMATE, Setia Diarta, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen membangun ekosistem industri alat kesehatan dari hulu ke hilir. “Arahan Bapak Presiden dan Menteri Perindustrian jelas: kita harus mandiri di sektor strategis seperti alat kesehatan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/6).

Kemenperin mendorong transformasi industri alat kesehatan berbasis inovasi dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri dan bersaing secara global. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana sektor alat kesehatan termasuk prioritas pengembangan berbasis teknologi digital dan efisiensi rantai pasok.

“Industri alat kesehatan menjadi kunci substitusi impor dan kemandirian nasional. Dengan adopsi manufaktur cerdas dan otomatisasi, sektor ini bisa menjadi andalan penyediaan alat kesehatan berkualitas,” tambah Setia.

Kemenperin juga mendorong ekspor produk unggulan seperti hospital furniture, jarum suntik, dan alat diagnostik yang mulai menembus pasar ASEAN dan Timur Tengah.

Untuk mendukung industri dalam negeri, kolaborasi lintas kementerian sangat dibutuhkan, terutama dengan Kementerian Kesehatan dan LKPP. Tujuannya agar produk lokal lebih diprioritaskan dalam e-Katalog pemerintah.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan, mengapresiasi langkah konkret Kemenkes yang telah meningkatkan pembelian produk lokal dari 8% di 2019 menjadi 48% di 2024.

Kemenperin juga tengah mereformasi proses penghitungan dan penerbitan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar lebih adaptif, transparan, dan mendukung industri nasional.

“Dengan semangat kolaborasi, kami yakin Indonesia dapat menjadi pusat produksi alat kesehatan global yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Solehan.

Produksi CT Scan Lokal

Salah satu inisiatif strategis yang diapresiasi Kemenperin adalah kerja sama antara PT GE HealthCare dan PT Forsta Kalmedic Global (anak usaha Kalbe Farma) dalam memproduksi mesin CT scan di Bogor, Jawa Barat.

CT scan merupakan alat diagnostik prioritas yang saat ini masih 100% impor. Produksi lokal dengan kapasitas 52 unit per tahun ini diharapkan dapat memenuhi proyeksi kebutuhan dalam negeri hingga 306 unit pada 2027.

“Perakitan dilakukan oleh tenaga lokal yang dilatih oleh GE. Ke depannya, kami dorong peningkatan penggunaan komponen lokal secara bertahap sesuai panduan dari GE Healthcare Amerika Serikat,” jelas Solehan. Ia juga menyebut peluang pengembangan produk lebih lanjut, seperti MRI, yang juga masih diimpor sepenuhnya.

Elie Chaillot, Presiden & CEO GE HealthCare International, menambahkan bahwa lini produksi ini mempercepat respons terhadap kebutuhan pasar lokal, menjaga standar internasional, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas di bidang teknologi kesehatan.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma, Irawati Setiady, menyambut baik kolaborasi ini. “Ini adalah wujud nyata dukungan Kalbe terhadap program pemerintah dalam membangun ketahanan dan kemandirian industri alat kesehatan dalam negeri,” katanya.