Pelatihan Vokasi Kemenperin Siapkan SDM Kompeten untuk Galangan Kapal

0
322
Foto; Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pengembangan industri perkapalan nasional agar mampu bersaing secara global. Industri ini memegang peran vital dalam memperkuat sistem logistik nasional dan konektivitas maritim di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan tinggi terhadap kapal dan armada laut. Untuk mendukung pertumbuhan industri ini, diperlukan tenaga kerja industri yang kompeten dan terampil.

“Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan potensi besar di bidang industri perkapalan dan maritim karena didukung oleh pelabuhan besar, infrastruktur logistik, serta konsentrasi perusahaan perkapalan dan manufaktur penunjang,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/8). Ia menambahkan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja terampil di daerah tersebut semakin mendesak, baik dari sisi jumlah maupun kompetensi sesuai standar industri.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan SDM industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk mencetak tenaga kerja siap pakai, termasuk di sektor industri perkapalan.

Pada Selasa (5/8), BPSDMI bekerja sama dengan PT PUSDIKLAT PAL Tekno dan IPERINDO menggelar Pelatihan Vokasi Industri Upskilling di sektor perkapalan. Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan keahlian pekerja galangan kapal, khususnya dalam bidang plate fitting, yang sangat penting dalam pembuatan lambung kapal.

Kepala BPSDMI Masrokhan menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan industri di lapangan. “Kami ingin peserta benar-benar menguasai keterampilan teknis yang dibutuhkan saat ini dan siap bersaing secara nasional maupun global,” ujarnya.

Program pelatihan berlangsung selama delapan hari, diikuti dengan uji kompetensi selama dua hari. Sebanyak 30 peserta dari galangan kapal di Jawa Timur mengikuti pelatihan ini, dan yang lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terkait.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem industri maritim nasional. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami yang berharap pelatihan semacam ini terus berlanjut dengan dukungan Kemenperin.

Saat ini, tercatat 342 galangan kapal aktif di 29 provinsi dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta DWT per tahun, dan kapasitas reparasi mencapai 12 juta DWT per tahun. Industri ini menyerap lebih dari 46.000 tenaga kerja, dan terus menunjukkan kemajuan, seperti kemampuan memproduksi kapal niaga, penumpang, militer, hingga kapal ekspor seperti LPD ke Filipina dan Kapal Cepat Rudal (KCR) untuk TNI AL.