Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Perkuat Talenta Keamanan Siber dan AI

0
230
Wamenkomdigi Nezar Patria berbicara di Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/01/2026). (Foto: Komdigi)

(Vibizmedia – DIY) Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi ganda di bidang keamanan siber dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) guna menghadapi ancaman digital yang semakin personal dan meluas.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan, strategi tersebut merupakan respons atas evolusi ancaman siber yang kini tidak hanya menargetkan sistem berskala besar, tetapi juga perangkat serta data pribadi masyarakat.

“Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber, baik di tingkat global maupun nasional, dengan menyiapkan talenta melalui berbagai program pelatihan,” ujar Nezar Patria dalam keterangannya pada Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

Pengembangan talenta dilakukan melalui balai-balai pengembangan sumber daya manusia serta program Digital Talent Scholarship yang kini memasukkan materi keamanan siber dan AI. Pemerintah juga memperkuat skema pengembangan talenta melalui program AI Talent Factory. “Saat ini kami bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, disusul ITS dan UGM, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya,” kata Nezar.

Ia mengakui, pemanfaatan AI telah mengubah pola dan skala serangan siber secara signifikan, sehingga laju ancaman berkembang lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem pertahanan. “Skala serangan kini jauh lebih besar dibandingkan kemampuan untuk bertahan. Ini menjadi tantangan serius,” ujarnya.

Untuk melindungi masyarakat, Nezar menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital. Publik didorong untuk menerapkan kata sandi yang kuat serta perlindungan berlapis pada perangkat digital. “Kami terus menyebarkan awareness agar masyarakat menggunakan gawai secara aman, dengan password yang kompleks, multi-factor authentication, hingga penggunaan kunci fisik yang mulai diterapkan sejumlah platform,” jelasnya.

Selain literasi publik, pemerintah juga mendorong pengembang platform digital menerapkan prinsip security by design, di mana aspek keamanan menjadi bagian integral sejak tahap perancangan sistem. “Sejak awal harus dilakukan peninjauan ketahanan siber dan kepatuhan terhadap standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegas Nezar.

Melalui penguatan talenta digital dan arsitektur keamanan yang solid, pemerintah berupaya melindungi masyarakat di ruang digital sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif di era kecerdasan artifisial.