Presiden Prabowo: Kemiskinan Masih Jadi Tantangan Besar, Seluruh Elemen Bangsa Harus Bersatu

0
159
Rakornasda
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Meski memiliki kekayaan alam yang melimpah, Presiden mengakui masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesulitan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu tanpa memandang latar belakang politik, golongan, maupun kepentingan masing-masing dalam upaya menghapus kemiskinan di Indonesia. Ia menekankan bahwa tantangan tersebut harus dihadapi dengan tekad kuat dan kerja nyata, bukan dengan sikap ragu atau menyerah.

“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Presiden juga mengingatkan peran strategis para pemimpin dan elit di semua tingkatan. Ia menekankan kewajiban moral kepemimpinan untuk menjaga serta mengelola kekayaan bangsa agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

“Saya gugah kita semua sebagai pemimpin untuk membulatkan tekad, membenahi diri, unsur, lingkungan, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya persatuan nasional serta menolak sikap saling bermusuhan akibat perbedaan politik. Menurutnya, dinamika kalah dan menang dalam demokrasi adalah hal wajar, namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu untuk melayani rakyat.

“Kalah menang biasa karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” katanya.

Menutup arahannya, Presiden menegaskan komitmennya untuk memimpin secara inklusif dan adil. Ia memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali, menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala negara.

“Tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.