Indonesia Siapkan Talenta Chip Design untuk Masuk Industri Semikonduktor Global

0
254
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi berbasis teknologi sebagai fondasi menuju Indonesia Maju dan visi Indonesia Emas 2045. Di tengah persaingan global yang semakin bertumpu pada inovasi dan penguasaan teknologi tinggi, pengembangan talenta nasional menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai nilai industri strategis dunia.

“Semikonduktor merupakan ‘otak’ dari seluruh teknologi modern. Permintaan global terhadap semikonduktor diproyeksikan mencapai USD1 triliun pada 2030, didorong oleh pertumbuhan data center dan kecerdasan buatan (AI), komunikasi nirkabel, serta elektronik otomotif,” ujar Airlangga Hartarto dalam keynote speech pada Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3).

Sejalan dengan itu, ekonomi digital global diperkirakan mencapai USD16 triliun pada 2030. Sementara itu, ekonomi digital Indonesia telah melampaui USD100 miliar dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan bahwa dengan lebih dari 230 juta pengguna internet dan tingkat penetrasi mobile yang telah melampaui 100 persen, Indonesia memiliki potensi pasar digital yang sangat besar. Namun, ia menegaskan Indonesia tidak boleh berhenti sebagai konsumen teknologi, melainkan harus menjadi pencipta teknologi melalui penguasaan ekosistem semikonduktor nasional.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah melalui Danantara Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Arm Ltd. untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional. Kemitraan ini membuka akses terhadap intellectual property serta ekosistem desain chip global, sehingga Indonesia dapat memasuki industri semikonduktor melalui pendekatan fabless design, yaitu merancang chip di dalam negeri dan memproduksinya melalui fasilitas fabrikasi global.

Kerja sama tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yakni akses terhadap intellectual property di berbagai domain teknologi strategis, pengembangan talenta semikonduktor dengan target pelatihan 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm, serta pengembangan special project yang ditargetkan menjadi tonggak penting industri teknologi nasional pada 2028–2029. Pendekatan ini memastikan Indonesia tidak hanya membangun kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kepemilikan dan inovasi teknologi nasional.

Menko Airlangga juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam ekosistem triple helix yang melibatkan pemerintah, industri, dan akademisi. Universitas didorong untuk mengembangkan kurikulum semikonduktor dan chip design, memperkuat laboratorium mikroelektronika, mendorong lahirnya startup berbasis chip design dan Internet of Things (IoT), serta mengintegrasikan riset dengan kebutuhan industri.

Selain semikonduktor, pemerintah juga menekankan pentingnya integrasi pengembangan energi terbarukan sebagai fondasi digitalisasi, mengingat seluruh aktivitas digital memerlukan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, Indonesia juga mengembangkan ekosistem teknologi masa depan lainnya, termasuk bioteknologi serta konvergensi nano-bio-info-cognitive technology sebagai bagian dari revolusi industri berikutnya.

“Melalui program Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026, kita memulai langkah penting untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi dunia, tetapi ikut membentuk masa depan teknologi global. Kepada para engineers, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendorong kemandirian Indonesia di sektor semikonduktor,” pungkas Airlangga Hartarto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Staf Khusus Kemenko Perekonomian Raden Pardede, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Pujo Setio, Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, Rektor Institut Teknologi Bandung Tatacipta Dirgantara, perwakilan berbagai universitas di Indonesia, serta para calon peserta program pelatihan talenta semikonduktor.