Dari Darurat ke Permanen, 47 Jembatan di Sumatra Direvitalisasi

0
55
Foto: Kementerian PU

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan permanen 47 jembatan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) dengan total panjang mencapai 3.932,1 meter. Upaya ini dilakukan setelah akses sementara di wilayah terdampak berhasil difungsikan melalui 48 penanganan jembatan sepanjang 1.876,3 meter guna menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Setelah akses darurat dibuka untuk memastikan keterhubungan masyarakat tetap terjaga, tahap berikutnya difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi permanen agar infrastruktur dapat kembali berfungsi optimal dan berkelanjutan.

“Fokus kami tidak hanya mengembalikan konektivitas, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali aman, andal, dan mampu melayani masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Menteri Dody.

Berdasarkan data per 25 Juli 2026, seluruh 48 jembatan yang ditangani secara darurat telah berfungsi. Rinciannya meliputi 25 titik di Aceh (14 jembatan nasional dan 11 jembatan daerah), 13 titik di Sumut (9 jembatan nasional dan 4 jembatan daerah), serta 10 titik di Sumbar (7 jembatan nasional dan 3 jembatan daerah). Penanganan di lapangan dilakukan sesuai kebutuhan, seperti pemasangan jembatan Bailey dan box culvert, perbaikan oprit, penguatan struktur, hingga pembersihan material serta alur sungai.

Seiring pulihnya akses sementara, Kementerian PU kini melanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen terhadap 47 jembatan dengan rata-rata progres mencapai 34,38 persen. Kegiatan ini mencakup 30 jembatan di Aceh (21 jembatan nasional dan 9 jembatan daerah), 8 jembatan di Sumut (seluruhnya jembatan nasional), serta 9 jembatan di Sumbar (4 jembatan nasional dan 5 jembatan daerah).

Beberapa proyek menunjukkan perkembangan signifikan. Di Aceh, Jembatan Lawe Mengkudu I dan Ulee Langa telah mencapai progres di atas 90 persen. Sementara di Sumbar, empat jembatan—Marga Yasa A, Marga Yasa B, Sungai Indarung, dan Batang Lolo—telah rampung 100 persen. Pekerjaan pada jembatan lainnya terus dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing lokasi.

Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah Sumatra. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di daerah terdampak.