Menpar Apresiasi ISI Bali, “Kalangan Widya Mahardika V” Perkuat Pariwisata Budaya Berkelas Dunia

0
169
Foto: Kemenpariwisata

(Vibizmedia – Bali)  Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi inisiatif Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya melalui rangkaian kegiatan “Kalangan Widya Mahardika V”.

Saat membuka kegiatan di Kampus ISI Bali, Rabu (25/3/2026), Menpar Widiyanti menegaskan bahwa seni, desain, dan budaya memiliki keterkaitan yang erat dengan ekosistem pariwisata Bali.

“Kalangan Widya Mahardika V dan Pameran Tunggal Profesor Wayan Kun Adnyana menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata budaya berkelas dunia. Ini merupakan inisiatif yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Indonesia Tourism Outlook 2025–2026 yang disusun bersama Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas, salah satu tren utama pariwisata adalah cultural immersion. Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan, khususnya mancanegara, semakin mencari pengalaman yang melibatkan interaksi sosial dan pembelajaran lintas budaya.

Karena itu, keberadaan ruang-ruang kreatif yang mampu menghadirkan budaya secara hidup menjadi semakin penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi.

Kalangan Widya Mahardika V merupakan edisi kelima dari rangkaian pameran dan perhelatan seni di ISI Bali yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan praktisi seni, serta berlangsung selama sepekan dalam rangka Sadhamasa Widya Mahardika atau Bulan Pendidikan.

Salah satu agenda utama adalah pagelaran kolosal intermedium bertema “Kirtya–Jnana–Kawya”, yang merupakan karya kolaboratif mahasiswa dan dosen dengan memadukan seni tari, pertunjukan cahaya, elemen elektrik, animasi, serta iringan gamelan dan musik orkestra.

Selain itu, digelar pula pameran Pharama Paraga, sebuah pameran retrospektif tunggal yang menampilkan perjalanan 20 tahun karya seni lukis kontemporer Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana. Pameran ini menghadirkan 88 karya yang merekam perkembangan artistik, mulai dari figur metaforis biografis hingga eksplorasi bentuk abstrak.

Pameran tersebut dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya, serta berlangsung dari 25 Maret hingga Mei 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Menpar juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali dalam rangka penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata nasional.

“Pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti.

Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, menjelaskan bahwa “Kalangan” dimaknai sebagai ruang aktualisasi, sementara “Mahardika” mencerminkan kemerdekaan yang dicapai melalui proses yang sungguh-sungguh. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian individu, tetapi juga pada kontribusi bagi institusi, bangsa, dan kemanusiaan.

“Dengan niat tulus, kami mempersembahkan dedikasi ISI Bali untuk Indonesia,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Menpar Widiyanti turut didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto.