Kuota Wisatawan Dibatasi, TN Komodo Dijaga dari Over Tourism: Ekonomi Lokal Ikut Jadi Sorotan

0
182
Pulau Komodo
Pulau Komodo. FOTO: WIKIPEDIA

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah resmi membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo sebagai langkah menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pariwisata.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil riset yang menunjukkan potensi kerusakan lingkungan jika terjadi lonjakan wisatawan secara berlebihan dalam jangka panjang.

“Jika terjadi over tourism, dampaknya bukan hanya pada kerusakan kawasan, tetapi juga hilangnya daya tarik wisata itu sendiri,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026).

Mulai 1 April 2026, pemerintah menetapkan kuota kunjungan maksimal sebanyak 1.000 orang per hari atau sekitar 365.000 orang per tahun. Kebijakan ini, menurut Raja Juli, telah melalui proses panjang sejak Mei 2025 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha di kawasan Labuan Bajo.

Langkah pembatasan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan konsep eco-tourism yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dukungan terhadap kebijakan ini datang dari Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Ia menilai upaya konservasi sangat penting, namun menekankan perlunya perhatian terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

“Pada dasarnya kami setuju untuk menjaga kelestarian TN Komodo. Namun, sosialisasi harus lebih gencar dan pemerintah harus mencari jalan keluar bagi masyarakat lokal yang terdampak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengingatkan agar kebijakan ini tetap sejalan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sesuai semboyan Kementerian Kehutanan ‘Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera’, harus jelas mana kawasan yang dilindungi dan mana yang bisa dimanfaatkan untuk rakyat,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan pertumbuhan ekonomi, sehingga Komodo dragon dan ekosistemnya tetap terjaga, tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat lokal.