Joki Antrean Jadi Cuan Baru! Antriin.id Raup Hingga Rp 300 Ribu Sehari

0
57
Joki Antrean
DOK: ANTRIIN.ID

(Vibizmedia-Nasional) Tren jasa titip (jastip) di Indonesia terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat urban yang serba cepat. Tak lagi sekadar membelikan makanan atau barang, kini muncul layanan unik berupa joki antrean—solusi bagi mereka yang ingin menghemat waktu tanpa harus berdiri lama di barisan.

Peluang ini ditangkap oleh Elan Setiawan yang mengembangkan platform digital Antriin.id. Ia melihat bahwa praktik jastip antre sebenarnya sudah ada, namun belum terorganisasi dalam satu sistem yang memudahkan pengguna.

“Selama ini jastip antre banyak dilakukan lewat WhatsApp atau Instagram. Saya melihat ada peluang untuk menjadikannya lebih terstruktur dalam bentuk aplikasi,” ujarnya.

Aplikasi ini mulai dikembangkan sejak awal 2025 dan resmi diluncurkan pada pertengahan tahun yang sama. Awalnya hanya memiliki sekitar 100 mitra, kini jumlahnya telah tumbuh menjadi lebih dari 230 orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Mengusung konsep mirip ojek online, pengguna cukup memesan jasa antre melalui aplikasi, sementara mitra akan datang ke lokasi dan mewakili pelanggan dalam antrean. Layanan ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membeli makanan viral hingga antrean rumah sakit.

Untuk tarif, jasa ini dipatok sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Dengan sistem tersebut, mitra berpotensi meraup penghasilan hingga Rp200.000–Rp300.000 per hari, tergantung jumlah pesanan dan durasi antrean yang diambil.

Berbeda dari persepsi umum, sistem di platform ini dirancang agar lebih fokus. Setiap mitra hanya dapat mengambil satu pesanan antrean dalam satu waktu guna menjaga kualitas layanan.

Ke depan, Antriin.id menargetkan ekspansi ke sejumlah kota besar seperti Bandung, Surabaya, hingga Bali. Meski demikian, saat ini layanan masih difokuskan di kawasan Jabodetabek sambil mempersiapkan perluasan operasional.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai waktu, joki antrean berpotensi menjadi salah satu profesi baru yang terus tumbuh di era ekonomi digital.