ARCH:ID 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Lintas Disiplin dalam Industri Arsitektur

0
52
Sejumlah pemangku kepentingan dari ekosistem arsitektur dan industri pameran, antara lain Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto, tim kurator ARCH:ID 2026 yang terdiri dari Ar. Afwina Kamal, IAI; Ar. Trianzani Sulshi, IAI; dan Ar. Dhanie Syawalia, IAI, serta Program Director Firman Setia Herwanto, President CIS Malaysia Vincent Lim, Country Director CIS Exhibition Linda Leoni, dan Project Director Raden Arief Sofyan Rudiantoro. (Foto: ARCH:ID)

(Vibizmedia – Jakarta) ARCH:ID, forum dan pameran arsitektur terkemuka di Indonesia, resmi membuka edisi keenamnya di Hall 6 ICE BSD City. Pembukaan ditandai dengan pertunjukan tari tradisional serta prosesi pemukulan gong oleh Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Megawati Panjaitan.

Sejumlah pemangku kepentingan dari ekosistem arsitektur dan industri pameran turut hadir, di antaranya Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto, para kurator ARCH:ID 2026—Afwina Kamal, Trianzani Sulshi, dan Dhanie Syawalia—serta Program Director Firman Setia Herwanto, President CIS Malaysia Vincent Lim, Country Director CIS Exhibition Linda Leoni, dan Project Director Raden Arief Sofyan Rudiantoro.

Foto; ARCH:ID

Diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia bersama CIS Exhibition, ARCH:ID 2026 berlangsung pada 23–26 April 2026 dengan mengusung tema “Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam praktik arsitektur masa kini.

Tahun ini, skala pameran meningkat signifikan dengan menghadirkan 725 booth dan lebih dari 180 peserta di area seluas 18.000 meter persegi. Selain pameran, ARCH:ID 2026 juga menghadirkan konferensi internasional dengan delapan pembicara utama, 90 sesi talk series, serta lebih dari 220 pembicara dari dalam dan luar negeri. Beragam program unggulan turut dihadirkan, seperti Featured Exhibitions, Business Matching, Hackathon, hingga Best Booth Award, dengan dukungan ByoLiving sebagai mitra strategis.

Konsep kurasi tahun ini mengusung pendekatan “Tetenger”, yang mengubah format pameran menjadi zona tematik yang saling terhubung. Area seperti Tetenger Riung (ruang berkumpul), Tetenger Rembuk (diskusi), Tetenger Teduh (refleksi), Tetenger Tutur (narasi), dan Tetenger Siar (media) dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih human-centered. Kehadiran ruang komunal seperti Angkringan dan Alun-alun semakin memperkuat interaksi dan pertukaran gagasan secara inklusif.

Lebih dari 60 arsitek lintas generasi, termasuk Andra Matin, Muhammad Sagitha, M. Ikhsan Hamiru, dan Artiandi Akbar, terlibat dalam perancangan area pameran melalui pendekatan kolaboratif bersama berbagai komunitas. Kolaborasi juga melibatkan profesi lintas bidang seperti desainer pencahayaan, desainer grafis, desainer produk, hingga arsitek lanskap, dengan dukungan berbagai asosiasi profesional.

Konferensi internasional yang berlangsung pada 23–24 April 2026 menghadirkan dua sesi utama, yakni Urban Forum dan Architectural Forum. Sejumlah pembicara internasional seperti Florence Chan, Manuelle Gautrand, Marina Tabassum, dan Agnes Soh berbagi perspektif global, sementara tokoh nasional seperti Irene Umar, Diana Kusumastuti, Isha Hening, dan Helen Agustine menghadirkan sudut pandang lintas disiplin dari Indonesia.

Sebagai pameran B2B terkurasi, ARCH:ID menjadi platform strategis untuk peluncuran produk, eksplorasi material, serta inovasi terbaru di bidang arsitektur, desain, dan bahan bangunan. Beragam kategori produk ditampilkan, mulai dari arsitektur berkelanjutan, teknologi bangunan pintar, solusi modular, hingga BIM (Building Information Modelling).

Program Business Matching kembali dihadirkan untuk mempertemukan profesional industri dengan exhibitor melalui pertemuan terkurasi, membuka peluang kolaborasi dan pengembangan proyek. Selain itu, program Hackathon mengajak mahasiswa lintas disiplin untuk merancang solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital seperti Autodesk Forma, Rhinoceros, dan SketchUp.

ARCH:ID 2026 ditargetkan menarik sekitar 31.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan, sekaligus menjadi wadah penting bagi para profesional untuk terhubung dan berkolaborasi.

Informasi lebih lanjut dan registrasi kunjungan dapat diakses melalui arch.id/visit2026, sementara tiket konferensi tersedia di arch.id/conference2026.