
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis rangkaian kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Selasa (28/4) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (29/4) pukul 07.00 WIB. Banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjadi perhatian utama pemerintah daerah di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut.
Di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Nubatukan akibat hujan ringan hingga lebat selama 2–5 jam. Kawasan terdampak meliputi Kelurahan Lewoleba Utara, Timur, Tengah, serta Selandoro. Sebanyak 141 kepala keluarga terdampak dan 141 rumah terendam. Selain itu, pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang 100 meter dilaporkan roboh.
BPBD Kabupaten Lembata telah melakukan kaji cepat dan koordinasi penanganan di lapangan. Hingga Rabu (29/4), banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut dan pendataan masih berlangsung.
Sementara itu di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hujan deras yang mengguyur sejak Senin (27/4) memicu tanah longsor di Desa Gunung Sari. Kondisi tanah yang labil menyebabkan longsor susulan di Dusun Balekuwu.
Akibat kejadian ini, lima kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Sebanyak lima rumah terdampak dan satu akses jalan terganggu akibat material longsor. Meski cuaca mulai membaik, warga diminta tetap waspada karena potensi longsor susulan masih mengancam jika hujan deras kembali turun.
Di Sumatera Utara, cuaca ekstrem disertai angin kencang menerjang Kabupaten Dairi pada Senin (27/4). Sebanyak 19 rumah warga di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang mengalami kerusakan pada bagian atap.
Dari total kerusakan tersebut, 14 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak berat. BPBD Kabupaten Dairi bersama pemerintah desa telah melakukan verifikasi lapangan dan penanganan awal. Sejumlah warga juga mulai memperbaiki rumah masing-masing.
BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena cuaca hujan ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di banyak wilayah Indonesia pada periode 29–30 April 2026, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua.
Masyarakat diminta menghindari pohon besar, baliho, dan bangunan rapuh saat angin kencang, serta memastikan saluran air di sekitar rumah bersih dari sampah guna mencegah banjir dan genangan.








