Dunia Belajar MBG dari Indonesia, 30 Ribu Koperasi Desa Siap Gerakkan Ekonomi Rakyat

0
31
Hilirisasi
Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi bukti nyata keberpihakan negara kepada rakyat. Hal itu disampaikan saat acara groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa program MBG kini mulai menjadi perhatian dunia. Menurutnya, banyak negara mempelajari keberhasilan Indonesia dalam menyediakan makanan bergizi bagi puluhan juta masyarakat secara rutin.

“Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu. Ibu-ibu hamil diantar makan, orang tua lansia yang tidak berdaya diantar makan,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan pemerintah berkomitmen melanjutkan program MBG hingga tuntas, sembari terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Ia menilai program tersebut bukan hanya membantu masyarakat rentan, tetapi juga membuka pasar bagi petani dan nelayan.

Menurut Prabowo, selama ini banyak hasil panen petani tidak terserap pasar sehingga harga jatuh dan merugikan produsen. Kini, melalui jaringan dapur MBG di desa-desa, hasil pertanian dan perikanan memiliki kepastian penyerapan.

“Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar. Berapa yang dia hasilkan akan diserap oleh bangsa Indonesia. Di tiap desa ada dapur,” tegasnya.

Selain MBG, Presiden juga mengumumkan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam waktu dekat, pemerintah akan meresmikan seribu koperasi, dengan target 25 ribu hingga 30 ribu koperasi rampung dalam satu tahun ke depan.

Prabowo menekankan koperasi yang dibangun bukan sekadar konsep administratif, melainkan koperasi modern berbasis aset nyata. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai usaha, kendaraan distribusi, hingga fasilitas pengering hasil panen.

“Koperasi bukan di atas kertas, koperasi fisik. Ada gudang, ada cold storage pendingin, ada gerai-gerai, ada kendaraan,” jelas Presiden.

Ia juga menyebut program koperasi desa berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja baru sekaligus menjadi instrumen pemerataan ekonomi nasional.

Menutup sambutannya, Presiden menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah diarahkan untuk mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat melalui program-program yang nyata dan berdampak langsung.

“Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di pihak rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.