Swasembada Dipercepat, Cadangan Beras Nasional Sentuh 5 Juta Ton

0
55
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Di tengah tekanan global serta potensi gangguan pasokan pangan dunia, Indonesia justru menunjukkan penguatan signifikan dalam ketahanan pangan. Cadangan beras pemerintah kini telah mencapai 5 juta ton, menjadi indikator kuat stabilitas nasional sekaligus mendapat apresiasi dari DPR RI atas kinerja Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menilai capaian tersebut merupakan hasil nyata dari percepatan program swasembada beras.

“Target swasembada beras yang semula ditetapkan dalam empat tahun oleh Presiden Prabowo Subianto, mampu dipercepat menjadi sekitar 1,5 tahun. Ini pencapaian yang luar biasa,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Menurut Rajiv, peningkatan produksi menjadi faktor utama penguatan cadangan pangan. Produksi beras nasional tercatat meningkat 13,29 persen pada tahun lalu, dengan capaian saat ini sekitar 5,7 juta ton per bulan.

Di tengah ketidakpastian global, kondisi ini membuat Indonesia relatif aman dengan cadangan pangan yang diperkirakan mampu mencukupi hingga 324 hari ke depan.

Ia juga menyoroti efektivitas berbagai program strategis Kementerian Pertanian, mulai dari perluasan areal tanam, optimalisasi lahan, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk, hingga penguatan hilirisasi sektor pertanian dan peternakan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, transformasi sektor pertanian dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Berbagai persoalan mendasar seperti keterbatasan pupuk, kerusakan irigasi, hingga distribusi sarana produksi mulai dibenahi melalui deregulasi besar-besaran dan kebijakan strategis.

Reformasi tersebut mencakup penyederhanaan ratusan regulasi, peningkatan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton, penurunan harga pupuk hingga 20 persen, serta perluasan akses bagi petani.

Di sisi produksi, intervensi dilakukan secara masif melalui optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, pompanisasi lahan tadah hujan, hingga pencetakan sawah baru. Modernisasi pertanian juga didorong melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi berbasis precision farming.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Cadangan beras pemerintah meningkat signifikan hingga mencapai 5 juta ton, menjadi bantalan penting menghadapi dinamika global.

Dalam berbagai kesempatan, Mentan Amran menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari keberanian melakukan perubahan sistem secara menyeluruh.

Ia menyebut percepatan swasembada dilakukan sebagai respons atas arahan langsung Presiden Prabowo di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

Selain itu, seluruh kebijakan dirancang berbasis data dan difokuskan pada kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari distribusi pupuk, perbaikan irigasi, hingga peningkatan produktivitas petani.

Upaya peningkatan produksi juga didorong melalui langkah konkret seperti pompanisasi, penggunaan benih unggul, serta mekanisasi pertanian yang mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat.

Di sektor hilir, kebijakan penyerapan gabah oleh Perum Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram turut menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat cadangan beras nasional yang kini telah menembus 5 juta ton.