(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang di Provinsi Banten. Proyek strategis nasional sepanjang 83,67 kilometer ini digadang-gadang menjadi pengungkit konektivitas wilayah utara hingga selatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody, Rabu (29/4/2026).
Jalan Tol Serang–Panimbang dibagi menjadi tiga seksi utama. Seksi 1 Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,45 km telah beroperasi sejak 2021 dan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah tengah Banten.
Sementara itu, Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 km kini memasuki tahap akhir dengan progres konstruksi mencapai 98,64 persen dan pembebasan lahan 86,71 persen. Ruas ini ditargetkan rampung pada kuartal II tahun 2026.
Adapun Seksi 3 Cileles–Panimbang sepanjang 33 km yang menjadi porsi pemerintah juga terus dikebut. Pada Fase 1, progresnya hampir tuntas dengan capaian 99,88 persen. Sedangkan Fase 2 masih berjalan bertahap dan ditargetkan selesai hingga akhir 2026.
Tol ini dirancang dengan standar tinggi, yakni kecepatan rencana 100 km per jam, empat lajur dua arah, median 3,8 meter, serta dilengkapi sejumlah simpang susun strategis seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.
Menurut Dody, kehadiran tol ini akan mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan destinasi wisata unggulan di Banten. Salah satunya adalah konektivitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung serta Taman Nasional Ujung Kulon yang selama ini menjadi magnet wisata pesisir selatan.
Dengan beroperasinya tol ini secara penuh, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung diproyeksikan hanya sekitar 2–3 jam, jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai 4–5 jam.
“Penyelesaian jalan tol ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Banten,” pungkasnya.









