Industri Kosmetik RI Melejit: Pasar Tembus Rp 150 Triliun, Siap Kuasai Global

0
58
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong industri kosmetik, parfum, dan wellness sebagai salah satu motor pertumbuhan baru ekonomi nasional. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri dan kesehatan, permintaan produk di sektor ini terus menunjukkan tren positif.

Kosmetik kini tidak lagi sekadar kebutuhan estetika, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mengedepankan keamanan, kualitas, serta nilai kesehatan. Kondisi ini menjadikan Indonesia, dengan jumlah penduduk besar dan didominasi usia produktif, sebagai pasar yang sangat potensial di kawasan.

“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung serta penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing secara global,” ujar Menperin di Jakarta, Senin (4/5).

Data Badan Pengawas Obat dan Makanan mencatat, pada 2025 jumlah pelaku industri kosmetik telah melampaui 1.500 unit usaha, dengan lebih dari 90 persen merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Hal ini menunjukkan bahwa sektor ini menjadi ladang subur bagi wirausaha nasional sekaligus penggerak manufaktur berbasis rakyat.

Sementara itu, Reni Yanita menekankan pentingnya inovasi dan kepatuhan terhadap standar keamanan produk. Menurutnya, IKM harus mampu membaca kebutuhan pasar sekaligus menjaga kualitas agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Momentum pertumbuhan ini semakin diperkuat dengan hadirnya fasilitas produksi modern seperti Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang. Fasilitas tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

Nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2025 tercatat mencapai sekitar USD 9,74 miliar (setara lebih dari Rp150 triliun), dengan proyeksi pertumbuhan tahunan di kisaran 4,3 persen. Kinerja ekspor pun menunjukkan tren peningkatan, dari USD 416,8 ribu pada 2024 menjadi USD 473,8 ribu pada 2025.

Budi Setiawan menyebut, kehadiran fasilitas manufaktur modern tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan memperkuat kemitraan dengan IKM.

“Kami optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama industri kosmetik, parfum, dan wellness dunia, terutama jika didukung penggunaan bahan baku lokal dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui berbagai program pembinaan—mulai dari peningkatan SDM, pendampingan sertifikasi, hingga perluasan akses pasar—pemerintah menargetkan industri kosmetik nasional mampu naik kelas, memperkuat merek lokal, dan menembus pasar global secara berkelanjutan.