Presiden Prabowo Gerakkan Kampus Jadi “Asisten Daerah”, Fokus Atasi Sampah hingga Tata Lingkungan

0
46
Kampus
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan lingkungan.

Arahan tersebut disampaikan melalui Brian Yuliarto usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/5/2026). Menurut Brian, Presiden menanyakan sejauh mana progres keterlibatan kampus dalam mendukung kebutuhan daerah melalui keahlian akademik dan riset.

“Bapak Presiden meminta kami di Kemendiktisaintek menjelaskan perkembangan prodi dan dosen yang bisa membantu pemda,” ujar Brian.

Presiden menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara kampus dan pemerintah daerah, khususnya pada bidang strategis seperti teknik lingkungan, arsitektur, hingga teknologi pengolahan sampah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penataan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Pemda harus bisa dibantu oleh kampus-kampus, peneliti, dan guru besar sesuai bidangnya—mulai dari arsitektur untuk keindahan kota hingga teknik mesin untuk pengolahan sampah,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemendiktisaintek akan mengonsolidasikan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membentuk tim ahli yang berperan sebagai mitra strategis kepala daerah. Tim ini diharapkan dapat menjadi “asisten” dalam merancang solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan lokal.

Program ini sejalan dengan inisiatif “Kemdiktisaintek Berdampak” yang mendorong pendidikan dan penelitian agar lebih relevan serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Presiden juga meminta agar langkah tersebut disusun lebih terstruktur, sehingga seluruh kampus dapat berkontribusi optimal dalam pembangunan daerah.

Dengan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, pemerintah optimistis berbagai persoalan klasik dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan—menjadikan ilmu pengetahuan sebagai motor utama pembangunan nasional.