
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 11 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 12 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Bencana berupa banjir dan tanah longsor dilaporkan melanda sejumlah daerah, menyebabkan ribuan warga terdampak dan memicu peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, banjir yang terjadi pada Senin (11/5) berdampak pada sedikitnya 1.051 kepala keluarga atau 3.539 jiwa. Selain itu, sekitar 966 unit rumah turut terdampak genangan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Banjir dilaporkan memengaruhi 11 kelurahan di empat kecamatan. Meski kondisi air mulai berangsur surut, warga bersama instansi terkait masih melakukan pembersihan lumpur dan puing sampah yang terbawa banjir. Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan yang berlaku sejak 1 April hingga 30 Juni 2026.
Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (10/5). Peristiwa tersebut berdampak pada 11 kepala keluarga atau 32 jiwa serta menyebabkan 10 unit rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil kaji cepat terbaru, akses menuju lokasi longsor masih aman dilalui kendaraan. Namun, kondisi tanah yang labil ditambah tingginya curah hujan membuat wilayah tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan. Untuk sementara waktu, warga terdampak memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi menghindari risiko bahaya lanjutan.
Di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, banjir yang terjadi sejak Jumat (8/5) masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan BPBD setempat. Bencana ini menyebabkan dua warga meninggal dunia, sementara 797 kepala keluarga atau 3.517 jiwa terdampak dengan sekitar 797 rumah terendam genangan.
Wilayah terdampak di Kendari mencakup 16 kelurahan di tujuh kecamatan. Hingga Selasa (12/5), kondisi banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut dan masyarakat bersama petugas masih berupaya membersihkan sisa lumpur serta sampah pascabanjir.
BNPB mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG untuk dua hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa bagian barat dan tengah, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.
Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam disertai peningkatan debit air, retakan tanah, atau tanda-tanda pergerakan lereng.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk membersihkan saluran drainase, menyiapkan tas siaga bencana, serta memastikan jalur evakuasi keluarga telah dipahami guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.








