Ekspor Urea ke Australia Tegaskan Posisi RI dalam Rantai Pasok Global

0
132
Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, sempat menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan apresiasi atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia ke Australia.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026).

Ekspor ini merupakan bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Australia dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di kawasan Asia-Pasifik.

Menurut Mentan Amran, komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara tersebut mencerminkan semakin strategisnya posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan global, khususnya di sektor pupuk. Ia menyebutkan bahwa Perdana Menteri Australia secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas persetujuan ekspor tersebut.

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa volume ekspor perdana mencapai 47.250 ton, yang merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton. Ke depan, volume tersebut ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun.

Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam memperluas pasar ekspor pupuk ke berbagai negara, termasuk Australia.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Ekspor dilakukan karena produksi nasional berada dalam kondisi surplus, sehingga tidak mengganggu pasokan bagi petani domestik.

Saat ini, kapasitas produksi urea nasional dinilai cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mendukung pasar ekspor. Pada tahun ini, produksi urea ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton.

Pengiriman urea ke Australia tidak hanya menjadi aktivitas perdagangan semata, tetapi juga merupakan bagian dari diplomasi pangan Indonesia di tengah dinamika tantangan global.