Tembus 5,61%, Ekonomi Indonesia Lampaui Target Pemerintah

0
133

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen (year-on-year), melampaui proyeksi pemerintah sebesar 5,39 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak masa pandemi.

Dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta pada Kamis (14/5/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi utama pemerintah dari sisi kebijakan fiskal yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Menurutnya, kunci utama terletak pada optimalisasi seluruh sumber daya ekonomi, baik dari pemerintah maupun sektor swasta. Pemerintah memastikan belanja negara berjalan efektif, sekaligus menjaga agar aktivitas rumah tangga dan sektor swasta tetap bergerak. Dengan demikian, mesin pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara bersamaan.

Untuk mendorong belanja pemerintah, ia mengaku menerapkan pendekatan tegas kepada kementerian dan lembaga agar anggaran benar-benar terserap. Salah satunya dengan memberikan peringatan bahwa anggaran dapat dipangkas pada tahun berikutnya jika tidak dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, dari sisi sektor swasta, pemerintah berupaya menjaga kecukupan likuiditas dalam sistem keuangan. Salah satu langkah yang diambil adalah memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan. Kebijakan ini, menurutnya, bertujuan untuk mendorong permintaan domestik serta meningkatkan aktivitas sektor swasta dan rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa dampak dari strategi tersebut mulai terlihat sejak Triwulan IV-2025 dan semakin kuat pada Triwulan I-2026. Pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berada di kisaran 5 persen kini menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan.

Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya bergantung pada belanja pemerintah. Peran sektor swasta juga sangat penting, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong keterlibatan sektor tersebut dalam perekonomian.

Ke depan, pemerintah akan terus memastikan keseimbangan antara peran pemerintah dan swasta. Selain itu, perbaikan iklim investasi juga menjadi fokus, termasuk melalui pembentukan satuan tugas debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan dalam dunia usaha.

Ia optimistis, perbaikan iklim investasi ini akan mulai menunjukkan dampak nyata dalam waktu sekitar satu tahun, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.