Hilirisasi dan Semikonduktor Jadi Strategi RI Masuk Industri AI Global

0
41
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus memperkuat kerja sama industri semikonduktor dengan berbagai negara dan perusahaan teknologi global guna membangun fondasi pengembangan kecerdasan artifisial (AI) nasional sekaligus meningkatkan daya saing talenta digital Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar teknologi, melainkan juga mampu mengembangkan teknologi AI secara mandiri melalui penguatan industri dan sumber daya manusia digital.

“Kita ingin talenta digital Indonesia menguasai dasar-dasar AI dan mampu mengembangkan model AI karya anak bangsa,” ujarnya dalam keynote speech President Club Series bertema *Strengthening National Resilience in The Era of Artificial Intelligence* di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Nezar, penguatan industri semikonduktor menjadi bagian krusial dalam strategi nasional untuk mengejar ketertinggalan dalam persaingan global AI. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pelaku industri semikonduktor di Eropa, Jepang, serta perusahaan teknologi Arm Holdings di Inggris.

Ia menambahkan, isu pengembangan semikonduktor juga menjadi agenda strategis dalam berbagai kunjungan kenegaraan Presiden ke sejumlah negara.

Nezar mengakui, Indonesia saat ini belum masuk dalam rantai pasok utama industri AI global. Karena itu, diperlukan langkah percepatan untuk membangun ekosistem AI nasional yang terintegrasi, mulai dari industri hingga pengembangan talenta digital.

“Pengembangan AI tidak bisa dipisahkan dari industri semikonduktor sebagai fondasi komputasi modern, termasuk GPU dan pusat data AI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nezar menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk dalam industri AI global karena didukung ketersediaan sumber daya alam strategis, seperti nikel, kobalt, timah, pasir silika, dan seng yang dibutuhkan dalam produksi chip.

Namun demikian, ia menyoroti bahwa sebagian besar sumber daya tersebut masih diekspor dalam bentuk mentah. Oleh karena itu, hilirisasi dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar teknologi.

Di tengah ketatnya persaingan global yang saat ini didominasi Amerika Serikat dan Tiongkok, penguasaan teknologi semikonduktor dan kapasitas komputasi disebut akan menjadi penentu utama daya saing negara.

“Chip akan menjadi faktor penentu apakah sebuah bangsa mampu bersaing dalam teknologi maju seperti AI,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun Peta Jalan AI Nasional sebagai panduan strategis menuju visi Indonesia Digital 2045.

“Peta jalan ini bukan sekadar dokumen, tetapi menjadi kontrak sosial kita dalam membangun masa depan teknologi Indonesia,” pungkasnya.