Potensi Ekonomi AI ASEAN Tembus USD1 Triliun, Indonesia Diproyeksi Sumbang Rp5.600 Triliun

0
56
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa potensi ekonomi industri kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) diproyeksikan mencapai USD1 triliun pada 2030. Dari jumlah tersebut, kontribusi Indonesia diperkirakan sebesar USD366 miliar atau sekitar Rp5.600 triliun.

Menurut Nezar, potensi besar tersebut hanya dapat terwujud apabila negara-negara ASEAN serius membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat pemanfaatan AI agar masyarakat siap menghadapi transformasi digital.

Pernyataan itu disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan ASEAN Foundation di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Nezar menilai kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi AI di kawasan agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program riset di bidang AI guna memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam memasuki era digital.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM) Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan sejumlah inisiatif pengembangan AI, antara lain AI Talent Factory, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi digital masyarakat secara luas.

Selain itu, Kemkomdigi juga menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menegaskan bahwa AI telah menjadi kunci utama dalam percepatan transformasi digital sekaligus pembangunan di kawasan ASEAN. Ia menyebut pihaknya telah aktif berkolaborasi dengan berbagai komunitas lokal guna meningkatkan literasi AI.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam forum The Power of AI di Bali pada 18 April 2026, menyatakan bahwa perluasan adopsi AI berpotensi menambah kontribusi hingga 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ia menekankan bahwa daya saing saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh sumber daya, melainkan oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, khususnya AI.