Dari Makan Bergizi hingga Kelas Digital, Strategi Cetak SDM Unggul

0
156
Papan Interaktif Digital
Papan interaktif Digital, FOTO: KEMENDIKDASMEN

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program prioritas yang menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti usai diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat.

“Kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami, yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, kementeriannya telah menyiapkan berbagai modul pendukung agar pelaksanaan MBG dapat terintegrasi dengan penguatan karakter di lingkungan sekolah. Berbagai penelitian yang dilakukan sejumlah lembaga pendidikan, termasuk Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa program tersebut memberikan dampak positif terhadap kehadiran siswa, motivasi belajar, hingga capaian akademik.

Hingga 10 Juni 2026, pelaksanaan MBG telah menjangkau sekitar 80,7 persen peserta didik di Indonesia. Dari lebih dari 53 juta siswa yang menjadi sasaran program, sekitar 43 juta siswa telah menerima manfaat MBG.

“Kami juga menyampaikan per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG. Dari 53 juta sekian, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG, dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif, baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah, maupun motivasi belajar, dan juga prestasi akademik,” jelas Abdul Mu’ti.

Selain penguatan karakter melalui MBG, pemerintah juga terus mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di berbagai satuan pendidikan.

Abdul Mu’ti melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit IFP ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut kini telah digunakan secara luas dalam proses belajar mengajar dan menunjukkan hasil yang positif.

“Sekarang sudah digunakan dan sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran, dan juga terhadap motivasi belajar,” katanya.

Pemanfaatan teknologi pembelajaran modern tersebut diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efektif, sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.

Melalui penguatan karakter, pemenuhan gizi siswa, serta percepatan digitalisasi pembelajaran, pemerintahan Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, serta berdaya saing tinggi di masa depan.