Perkuat Kesejahteraan Guru, Tunjangan Naik dan Beasiswa untuk 150 Ribu Pendidik

0
189
Guru
Guru. DOK: TANOTO GROUP

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Langkah tersebut dinilai sebagai investasi strategis dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia di masa depan.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan saat Presiden menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Usai pertemuan, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah telah merealisasikan peningkatan tunjangan bagi para guru sebagai bentuk penghargaan atas peran penting mereka dalam membangun generasi bangsa.

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan. Untuk guru non-ASN, tunjangannya naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kemudian untuk guru ASN, tunjangannya sebesar gaji pokok,” ujar Abdul Mu’ti.

Tak hanya meningkatkan nominal tunjangan, pemerintah juga melakukan perbaikan sistem penyaluran dengan mentransfer tunjangan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Kebijakan ini diharapkan mampu memangkas rantai birokrasi dan memastikan manfaat diterima secara cepat serta tepat sasaran.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan ke rekening guru setiap bulan,” katanya.

Selain aspek kesejahteraan, pemerintah juga terus memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa pendidikan. Program tersebut ditujukan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik D4 atau S1 dan dilaksanakan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru dengan bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester. Program tersebut telah berjalan dan sebagian peserta diproyeksikan dapat menyelesaikan studi serta diwisuda pada tahun ini.

“Tahun 2025 kami mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa Rp3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” jelasnya.

Pemerintah juga berencana memperluas program tersebut secara signifikan pada tahun 2026. Sebanyak 150.000 guru ditargetkan memperoleh kesempatan mengikuti program beasiswa dengan besaran bantuan yang tetap sama.

“Sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” ujar Abdul Mu’ti.

Melalui peningkatan tunjangan, penyederhanaan birokrasi penyaluran insentif, serta perluasan akses pendidikan bagi tenaga pendidik, pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Bagi Presiden, guru bukan sekadar profesi, melainkan fondasi utama dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.