Industri Perhiasan Bersinar, Ekspor Tembus USD 9,1 Miliar dan Melonjak 64 Persen

0
108
Industri Emas
Ilustrasi perhiasan emas. FOTO: KEMENBUMN

(Vibizmedia-Nasional) Industri perhiasan nasional semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu sektor manufaktur bernilai tambah tinggi yang mampu menjadi penggerak ekspor Indonesia. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga mencapai USD 9,1 miliar, melonjak 64,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 5,5 miliar.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk perhiasan Indonesia semakin diterima dan memiliki daya saing kuat di pasar global. Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah terus memperkuat ekosistem industri melalui pembinaan, transformasi teknologi, peningkatan kapasitas industri, hingga perluasan akses pasar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri perhiasan memiliki karakteristik unik karena memadukan kreativitas, keterampilan, budaya, dan teknologi dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

“Industri perhiasan menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan kontribusi penting terhadap ekspor manufaktur Indonesia. Tidak hanya berperan sebagai penghasil devisa negara, tetapi juga menjadi wadah pelestarian produk bernilai budaya serta penciptaan lapangan kerja yang tersebar di berbagai daerah,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/6).

Menurutnya, peningkatan ekspor tersebut menunjukkan prospek industri perhiasan nasional yang semakin menjanjikan. Karena itu, penguatan kualitas produk, inovasi desain, keberlanjutan usaha, serta kemampuan industri dalam merespons tren pasar global perlu terus ditingkatkan.

“Momentum ini harus terus dijaga melalui penguatan ekosistem industri yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing secara berkelanjutan,” tegasnya.

Bandung Jewellery Fair Jadi Etalase Industri

Sebagai bagian dari penguatan industri, Kemenperin mendukung penyelenggaraan Bandung Jewellery Fair 2026 yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026. Pameran yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri untuk mempromosikan produk unggulan, memperluas jaringan bisnis, serta memperkenalkan inovasi terbaru kepada pasar domestik maupun internasional.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan bahwa transformasi digital dan implementasi Industri 4.0 menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri perhiasan nasional.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, serta menghasilkan produk yang lebih presisi sesuai kebutuhan pasar.

“Transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 memungkinkan industri perhiasan bekerja lebih efisien, menghasilkan produk yang lebih presisi, serta mampu merespons kebutuhan konsumen secara lebih cepat dan tepat,” katanya.

Industri 4.0 Perkuat Daya Saing

Kemenperin juga telah melakukan penilaian melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) terhadap sejumlah perusahaan di sektor industri aneka, termasuk industri logam mulia dan perhiasan.

Hasil penilaian menunjukkan tingkat kematangan yang baik dalam penerapan teknologi digital, mulai dari digitalisasi sistem manajemen, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, produk cerdas yang terkustomisasi, hingga integrasi teknologi pintar dalam proses produksi.

Direktur Industri Aneka Kemenperin, Reny Meilany, menilai pameran seperti Bandung Jewellery Fair memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional.

“Pameran ini tidak hanya mempertemukan produsen dan pembeli, tetapi juga menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, serta peluang kerja sama yang dapat memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia,” ujarnya.

Dengan tren ekspor yang terus meningkat dan adopsi teknologi yang semakin luas, industri perhiasan nasional diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok perhiasan global.