Dari UHT hingga Keju, Produk Susu RI Dinilai Siap Masuk Pasar Internasional

0
252
Foto: Info Publik

(Vibizmedia – Nasional) Produk susu olahan Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor seiring meningkatnya daya saing industri pengolahan susu nasional. Pemerintah pun mendorong pelaku usaha untuk tidak lagi bergantung pada pasar domestik, tetapi mulai memperluas penetrasi ke pasar regional dan global.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid, menyebut sejumlah produk susu olahan nasional telah memiliki daya saing yang kuat untuk dipasarkan di luar negeri. Di antaranya yogurt, susu UHT, keju, dan es krim yang dinilai memiliki prospek ekspor menjanjikan.

“Produk seperti yogurt, UHT, keju, dan es krim sebenarnya sudah memiliki tingkat competitiveness yang cukup tinggi untuk masuk pasar ekspor,” ujarnya dalam diskusi Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, potensi pasar tidak hanya terbuka di kawasan ASEAN, tetapi juga di negara-negara seperti Timor-Leste, Papua Nugini, hingga sejumlah negara di Eropa.

Namun demikian, keberhasilan ekspor tidak semata ditentukan oleh kualitas produk akhir. Miftah menegaskan pentingnya kesiapan industri dalam memenuhi standar internasional. Setidaknya terdapat dua faktor kunci, yakni kepatuhan terhadap regulasi negara tujuan dan penguatan ekosistem industri dalam negeri.

Kepatuhan tersebut mencakup standar keamanan pangan, sertifikasi mutu, hingga persyaratan teknis lainnya. Sementara itu, penguatan ekosistem industri berkaitan erat dengan ketersediaan serta kualitas bahan baku.

“Ketika berbicara bahan baku, kita berbicara soal pasokan dan kualitas. Tanpa itu, sulit menjaga konsistensi produk untuk pasar global,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan industri susu nasional tidak hanya berada di hilir, tetapi juga pada sektor hulu. Keterbatasan pasokan susu segar domestik masih menjadi kendala dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memenuhi standar ekspor.

Untuk mendorong ekspansi pasar, Kementerian Perdagangan mengoptimalkan jaringan promosi dagang di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan ini dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional melalui berbagai skema promosi.

“Kami memfasilitasi pelaku usaha melalui pameran, misi dagang, hingga business matching,” ujar Miftah.

Selain pertemuan langsung, Kemendag juga mengintensifkan virtual business matching yang memungkinkan pelaku usaha, khususnya UMKM, menjangkau pasar global secara lebih efisien.

“Pelaku usaha kini tidak harus selalu mengikuti pameran fisik. Mereka dapat terhubung dengan pembeli internasional melalui skema virtual,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi industri susu nasional menuju sektor bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Jika penguatan sektor hulu, hilirisasi industri, dan strategi ekspor berjalan secara terintegrasi, Indonesia tidak hanya berpeluang mengurangi ketergantungan impor susu, tetapi juga membangun industri susu yang lebih kompetitif dan berorientasi ekspor.