
(Vibizmedia-Nasional) Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Hingga Rabu (17/6) malam, sedikitnya 6.458 warga terdampak, satu orang meninggal dunia, serta ribuan rumah mengalami kerusakan.
Data sementara yang dihimpun pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan gempa berdampak pada Kota Palu serta Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Sebanyak 2.012 kepala keluarga atau 6.458 jiwa tercatat terdampak, dengan mayoritas berada di Kabupaten Sigi.
Korban jiwa tercatat satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sigi. Selain itu, terdapat 79 korban luka yang terdiri atas 15 luka berat dan 64 luka ringan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Poso.
Kerusakan bangunan menjadi dampak paling signifikan. Hingga saat ini tercatat 1.456 rumah mengalami rusak ringan, 112 rumah rusak sedang, dan 47 rumah rusak berat. Sebagian besar kerusakan terjadi di Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah paling terdampak akibat gempa.
Tak hanya permukiman warga, gempa juga merusak berbagai fasilitas umum. Sedikitnya 35 fasilitas ibadah, 10 sekolah, 11 gedung perkantoran, dua jembatan, lima UMKM, empat hotel, satu villa, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat dilaporkan mengalami kerusakan.
Di Kota Palu, perhatian khusus diberikan pada Jembatan Palu III yang masih ditutup sementara setelah ditemukan keretakan pada struktur bangunan. Saat ini pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan kajian teknis guna memastikan keamanan jembatan sebelum kembali dioperasikan.
Sementara itu, proses pendataan di Kabupaten Poso masih menghadapi kendala. Wilayah Kecamatan Lore Utara belum dapat dijangkau secara optimal akibat terputusnya jaringan komunikasi, keterbatasan personel, serta sarana transportasi yang belum memadai.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama tujuh hari, terhitung sejak 17 hingga 23 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah mempersiapkan penetapan status darurat selama 14 hari.
Berbagai upaya darurat terus dilakukan, mulai dari asesmen dan kaji cepat, pendirian posko, distribusi bantuan logistik, hingga penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi logistik kebencanaan, terpal untuk bangunan rusak, serta tambahan tenda darurat terutama untuk mendukung pelayanan kesehatan.
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga Rabu (17/6) siang, telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo antara 4,0 hingga 4,2. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, maupun pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang guna mengurangi risiko korban akibat gempa susulan.








