Lebih dari Sekadar Kosmetik: Thanaka dalam Tradisi dan Budaya Myanmar

0
41
Seorang anak laki-laki mengenakan thanaka (Foto: Hakan Nural)

(Vibizmedia – Denyut Dunia) Salah satu ciri budaya Myanmar yang paling mudah dikenali adalah penggunaan thanaka, yaitu pasta berwarna kuning pucat yang dioleskan pada wajah dan kadang juga pada tangan.

Thanaka dibuat dari kayu pohon Limonia acidissima (sering disebut pohon thanaka). Bagian yang digunakan bisa berupa kulit kayu, batang, atau akar. Bahan tersebut kemudian digosokkan di atas batu penggiling khusus yang disebut kyauk pyin, dengan tambahan sedikit air. Proses penggilingan ini menghasilkan pasta lembut berwarna krem kekuningan yang memiliki aroma khas yang ringan dan alami.

Lebih dari sekadar kosmetik, thanaka memiliki fungsi yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Myanmar. Ia digunakan sebagai pelindung kulit dari paparan sinar matahari yang terik, sekaligus membantu memberikan efek sejuk pada kulit di iklim tropis yang panas. Dalam tradisi lokal, thanaka juga dipercaya membantu menjaga kesehatan kulit, seperti mengurangi iritasi dan jerawat ringan.

Menariknya, thanaka tidak hanya dipakai oleh perempuan, tetapi juga anak-anak dan laki-laki, sehingga menjadi bagian dari identitas budaya yang melintasi gender dan usia. Motif olesannya pun sering dibuat artistik, terutama pada anak-anak, sehingga juga memiliki nilai estetika selain fungsi praktisnya.

Seorang gadis Myanmar memakai thanaka di wajahnya (Foto: Blog Region)