(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (19/6), berakhir melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa melandai setelah melaju 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,45% atau 80 poin ke level Rp 17.780 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.730. Rupiah terpantau terkoreksi di hari ketiganya menjauhi area 3 minggu terkuatnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.820 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.821, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.780.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa melandai setelah melaju 2 hari di sesi global sebelumnya; tertahan di 13 bulan tertingginya oleh the Fed yang cenderung hawkish akan menaikkan suku bunganya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini agak flat ke 100,80, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,81.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi terpantau menguat tipis 4,799 poin (0,08%) ke level 6.177,139, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah keraguan investor atas efektifnya perjanjian damai AS-Iran dan estimasi kenaikan suku bunga the Fed ke depannya, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa bergerak tertahan. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.995 – Rp17.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









