Strategi Kelola Aset Negara, Pariwisata hingga BUMN Jadi Fokus

0
56
Hilirisasi
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 21 Juni 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap upaya penguatan pengelolaan aset nasional melalui percepatan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) serta pengembangan sektor-sektor ekonomi baru yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan nasional.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Menteri Rosan juga membahas berbagai peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara. Salah satu fokus utama adalah penguatan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Menurut Seskab Teddy, sektor pariwisata dapat diperkuat melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga pengembangan industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan perputaran ekonomi nasional.

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy.

Selain mendorong sektor ekonomi baru, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang saat ini terus berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya negara.

Seskab Teddy mengungkapkan bahwa dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut akan bertambah menjadi sekitar 300 entitas dalam waktu dekat.

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” ungkap Teddy.

Transformasi BUMN dan optimalisasi aset negara merupakan bagian dari agenda besar Presiden Prabowo untuk menjadikan kekayaan bangsa sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing Indonesia, serta memastikan setiap aset negara mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.