Empat Komitmen Baru, Indonesia Perkuat Peran Global dalam Isu Kelautan

0
59
Foto: KKP

(Vibizmedia – Mombasa, Kenya) Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan empat komitmen baru Pemerintah Indonesia untuk memperkuat tata kelola laut berkelanjutan di tingkat regional dan global dalam ajang Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya.

Komitmen tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh dukungan pendanaan internasional hingga 260 juta dolar Amerika Serikat melalui berbagai skema kerja sama. Dana ini akan difokuskan pada konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Menteri Trenggono dalam keterangan resmi KKP, Selasa (23/6/2026).

Empat komitmen tersebut mencakup, pertama, penguatan tata kelola ruang laut melalui integrasi perencanaan ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional dan provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru dalam perencanaan tata ruang nasional.

Kedua, Indonesia menargetkan penetapan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada 2026. Langkah ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, sekaligus mendukung target perluasan kawasan konservasi laut hingga 30 persen dari total wilayah perairan nasional pada 2045.

Ketiga, pemerintah akan melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ada. Evaluasi ini bertujuan memastikan manfaat konservasi dapat dirasakan secara optimal, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Keempat, Indonesia berkomitmen mengembangkan satu model proyek karbon biru yang dapat dijadikan percontohan dan direplikasi di berbagai wilayah pada masa mendatang.

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif,” kata Trenggono.

Indonesia diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam partisipasi di OOC sejak 2016. Pada 2018, Indonesia menjadi tuan rumah OOC ke-5 dan menyampaikan 23 komitmen konkret dengan nilai total sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp7–8 triliun untuk perlindungan laut.

Selama sembilan tahun keterlibatannya dalam forum tersebut, Indonesia melalui KKP telah mengajukan 73 komitmen terkait pelestarian laut yang tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga kontribusi terhadap solusi global.

“Melalui komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan tujuan SDG 14 untuk menjaga keberlanjutan laut bagi generasi mendatang,” pungkasnya.