Terkoreksi Signifikan, IHSG Rabu Siang Melemah ke Level 6.002

0
88
Vibizmedia Picture

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (24/6), terpantau melemah signifikan 99,133 poin (1,62%) ke level 6.002,200 setelah dibuka naik ke level 6.128.271.

IHSG bergerak terkoreksi lagi ke area 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Kospi rebound signifikan dan harga minyak berlanjut turun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam koreksi dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah tajam 0,62% atau 110 poin ke level Rp 17.950, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; rally ke 13 bulan lebih tertingginya oleh estimasi pasar the Fed hawkish dengan peluang kenaikan suku bunga pada Q3 tahun ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.840, serta terpantau terkoreksi ke sekitar 1,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 26,938 poin (0,44%) ke level 6.128.271. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,700 poin (0,45%) ke level 601,130. Siang ini IHSG melemah signifikan 99,133 poin (1,62%) ke level 6.002,200. Sementara LQ45 terlihat turun 1,45% atau 8,670 poin ke level 589,760.

Tercatat saat ini sebanyak 201 saham naik, 426 saham turun dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,96%, dan Hang Seng yang naik 0,04%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Kospi rebound dan harga minyak masih turun, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi dipimpin teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group