
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian kekeringan masih mendominasi bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia seiring semakin banyak daerah memasuki musim kemarau. Selain kekeringan, BNPB juga terus memantau kejadian tanah longsor, banjir rob, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Berdasarkan laporan BNPB periode Rabu (24/6) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (25/6) pukul 07.00 WIB, beberapa kejadian bencana baru tercatat terjadi di berbagai wilayah.
Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kekeringan yang terjadi sejak Selasa (23/6) berdampak pada 42 kepala keluarga atau 125 jiwa di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro. BPBD Kabupaten Boyolali telah menyalurkan bantuan air bersih yang didistribusikan secara merata kepada seluruh warga terdampak.
Sementara itu, tanah longsor di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada Senin (22/6) mengakibatkan 10 kepala keluarga atau 39 jiwa mengungsi. Selain itu, sebanyak 25 kepala keluarga atau 87 jiwa lainnya berada dalam risiko terdampak longsor di Desa Oinlasi, Kecamatan Kie. Pemerintah daerah bersama BPBD telah mendirikan tenda pengungsian, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
Di wilayah timur Indonesia, kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (24/6). Sekitar 50 hektare lahan di Kampung Mekar Sari, Distrik Bomberay, dilaporkan terbakar. Berkat upaya tim gabungan, api berhasil dikendalikan pada hari yang sama dan kondisi saat ini dinyatakan kondusif.
BNPB juga melaporkan perkembangan penanganan kekeringan di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Di Kabupaten Bekasi, kekeringan telah berdampak pada 2.172 kepala keluarga atau 5.425 jiwa. Hingga kini, BPBD setempat telah mendistribusikan total 130.000 liter air bersih kepada warga terdampak.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor dengan jumlah terdampak mencapai 1.141 kepala keluarga atau 4.092 jiwa. Penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan, termasuk di wilayah Kecamatan Nanggung.
Di Jawa Tengah, banjir rob di Kabupaten Pati yang berdampak pada 127 kepala keluarga mulai berangsur surut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan, tetap terpenuhi.
Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Banjarnegara berdampak pada 2.069 jiwa, di Kabupaten Klaten mencapai 6.859 jiwa, dan di Kabupaten Cilacap sebanyak 2.386 jiwa. Berbagai upaya distribusi air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di luar Pulau Jawa, kekeringan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, berdampak pada 12.008 jiwa. Hingga 24 Juni 2026, distribusi air bersih telah mencapai total 450.000 liter yang disalurkan ke empat desa dan sembilan dusun.
Selain itu, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian serius. Sejak awal tahun hingga 24 Juni 2026, luas lahan terbakar telah mencapai 457,22 hektare. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun telah menetapkan status siaga darurat hingga 31 Oktober 2026.
Di Sulawesi Tengah, penanganan pascagempa yang melanda empat kabupaten dan satu kota masih terus berlangsung. Bencana tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan berdampak pada 9.827 jiwa. BNPB terus mempercepat proses pemulihan, termasuk pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlanjut di sejumlah wilayah. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan potensi kebakaran hutan dan lahan maupun ancaman bencana lainnya kepada pihak berwenang.








