Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, Pemerintah Fokus Siapkan Mobil Nasional

0
65
Mobil Listrik
Ilustrasi mobil listrik. FOTO: PEMPROV ACEH

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah kembali menunda pemberian insentif bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) karena masih melakukan evaluasi kebijakan. Di saat yang sama, pemerintah mengungkapkan tengah mempersiapkan program mobil nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat industri otomotif Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa kebijakan insentif kendaraan listrik belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya. Menurutnya, pemerintah saat ini masih mengkaji berbagai aspek sekaligus mempersiapkan proyek mobil nasional.

“Nanti masih dievaluasi, terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, pemerintah berencana meluncurkan insentif kendaraan listrik pada Juni 2026. Namun pelaksanaannya sempat diundur hingga Juli, dan kini kembali ditunda dengan target implementasi pada Agustus 2026.

Airlangga menjelaskan bahwa penundaan dilakukan agar kebijakan yang diterapkan benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat optimal bagi perkembangan industri otomotif nasional.

Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan agar pemerintah tidak hanya memberikan insentif kepada kendaraan listrik, tetapi juga kepada seluruh jenis kendaraan, mulai dari kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV).

Menurut Gaikindo, kebijakan insentif yang bersifat menyeluruh akan memberikan dorongan yang lebih merata bagi industri otomotif nasional di tengah tantangan transformasi industri global.

“Asosiasi berharap stimulus dapat diberikan kepada seluruh segmen kendaraan sehingga mampu menjaga pertumbuhan pasar otomotif Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional,” demikian pernyataan Gaikindo dalam siaran persnya.

Gaikindo juga menilai industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi investasi, penyerapan tenaga kerja, maupun peningkatan ekspor.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai perlu terus diperkuat agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif sekaligus mampu menghadapi perubahan teknologi di sektor otomotif dunia.

Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan pihaknya akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah dan seluruh pelaku industri.

Dengan masih berlangsungnya evaluasi kebijakan, pelaku industri kini menantikan kepastian mengenai skema insentif yang akan diterapkan pemerintah, sekaligus perkembangan proyek mobil nasional yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat kemandirian industri otomotif Indonesia.