Prabowo Dorong Riset dan Efisiensi BUMN untuk Kemandirian Industri

0
34
Foto: BPMI Setpres

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan riset dan inovasi, serta transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih efisien sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian industri nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan adanya usulan agar BUMN turut berperan lebih besar dalam pengembangan riset dan inovasi, salah satunya melalui pengalokasian sebagian laba perusahaan untuk kegiatan penelitian.

“Tadi juga ada usulan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset. Ini usulan yang baik,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi perbaikan kinerja BUMN yang mulai menunjukkan hasil positif dalam satu tahun terakhir. Meski demikian, Presiden menekankan perlunya pembenahan menyeluruh agar BUMN dapat beroperasi lebih efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Terima kasih, satu tahun ini sudah mulai ada laba,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan penataan jumlah dan tata kelola BUMN agar lebih efisien. Dari lebih dari seribu BUMN yang ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan dan menargetkan jumlahnya akan disederhanakan menjadi sekitar 250 hingga 300 BUMN.

“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan buat tinggal sekitar 250–300,” jelas Presiden.

Menurut Presiden, langkah penyederhanaan ini penting untuk menekan biaya overhead yang tidak produktif, sehingga anggaran negara dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk kepentingan rakyat.

“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa? Ini uang rakyat semua,” tegasnya.

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo menargetkan proses pembenahan BUMN dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga perusahaan negara mampu bekerja lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kita ingin BUMN lebih rasional dan efisien. Tahun ini harus selesai, sehingga dalam dua tahun ke depan BUMN kita akan lebih transparan dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyambut baik berbagai usulan untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan institusi dalam maupun luar negeri. Kerja sama tersebut dinilai penting dalam mendukung pengembangan riset, inovasi, dan industri nasional secara menyeluruh.

“Usulan kerja sama dengan institusi luar negeri yang melibatkan kampus-kampus di semua bidang dan daerah saya kira sangat tepat. Kita akan menuju ke arah itu,” pungkas Presiden.

Penutupan KSTI 2026 ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem riset dan industri nasional yang kuat, ditopang oleh BUMN yang sehat dan efisien, serta kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global.