INKA Tembus Pasar Global, Ekspor Lokomotif ke-18 ke Australia Perkuat Reputasi Industri Kereta Api

0
73
INKA
Kereta buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. FOTO: INDONESIA EXIMBANK

(Vibizmedia-Nasional) PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali membuktikan daya saing industri manufaktur nasional di pasar internasional dengan mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Pengiriman tersebut merupakan unit ke-17 dan ke-18 dari total kontrak sebanyak 50 unit yang disepakati pada 2021 dengan nilai mencapai Rp100 miliar.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi INKA dalam memperluas jejak ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sarana perkeretaapian yang mampu memenuhi standar industri global.

Komisaris PT INKA (Persero), Sangap Surbakti, mengatakan pengiriman tersebut membuktikan bahwa produk manufaktur perkeretaapian Indonesia semakin dipercaya oleh pasar internasional.

“Pengiriman ini merupakan capaian penting bagi INKA karena menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh pasar internasional. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kelancaran proses pengiriman ini serta seluruh Insan INKA,” ujar Sangap dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).

Proses pengiriman dilakukan melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS), yang juga merupakan BUMN. Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi antar-BUMN dalam memperkuat rantai logistik ekspor dan mendukung peningkatan daya saing industri nasional.

Melalui pelaksanaan kontrak ini, INKA terus meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan global. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperluas kontribusi produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.

Ekspansi INKA di kawasan Australia dan Selandia Baru pun terus berlanjut. Hingga kini, perusahaan telah mengekspor lebih dari 1.000 unit gerbong barang serta belasan unit locomotive platform untuk mendukung sistem transportasi perkeretaapian di kedua negara tersebut.

Menurut Sangap, setiap aktivitas ekspor yang dilakukan INKA tidak hanya membawa kepentingan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi representasi kualitas industri manufaktur Indonesia di mata dunia.

“Sebagai perusahaan negara yang menjalankan kegiatan ekspor, INKA tidak hanya membawa kepentingan perusahaan, tetapi juga nama dan reputasi Indonesia di pasar internasional,” ujarnya.

Karena itu, INKA berharap pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap kegiatan ekspor melalui regulasi yang kondusif, penyederhanaan proses perizinan, serta koordinasi lintas instansi yang lebih efektif.

“Dukungan tersebut penting agar perusahaan Indonesia mampu memenuhi komitmen kepada pelanggan global dan semakin kompetitif di pasar internasional,” tutup Sangap.

Keberhasilan pengiriman ini menjadi sinyal positif bagi industri manufaktur nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, ekspor produk perkeretaapian INKA menunjukkan bahwa produk buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri perkeretaapian dunia.