Tanpa Sanggahan, Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz Lanjut ke Penetapan Pemenang

0
62
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan tahapan seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 Megahertz (MHz) dan 2,6 Gigahertz (GHz) untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2026 berjalan sesuai prosedur. Setelah masa sanggah berakhir tanpa adanya keberatan dari peserta, proses seleksi akan dilanjutkan ke tahap penetapan pemenang.

Tim Seleksi menyampaikan bahwa hingga batas akhir penyampaian sanggahan pada Selasa (14/7/2026) pukul 15.00 WIB, tidak terdapat satu pun sanggahan yang diajukan oleh peserta. Dengan demikian, hasil seleksi yang telah diumumkan sebelumnya melalui Pengumuman Nomor 04/SP/TIMSEL/KOMDIGI/07/2026 dinyatakan tetap berlaku tanpa perubahan.

Pada seleksi pita frekuensi 700 MHz, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menempati peringkat pertama dengan penawaran sebesar Rp35,34 miliar per MHz untuk alokasi 30 MHz (2×15 MHz), dengan total nilai mencapai Rp1,060 triliun. Peringkat kedua ditempati PT Telekomunikasi Selular dengan alokasi 20 MHz (2×10 MHz) senilai Rp642,5 miliar, diikuti PT Indosat Tbk dengan penawaran Rp507,48 miliar untuk alokasi yang sama.

Sementara itu, dalam seleksi pita frekuensi 2,6 GHz, PT Telekomunikasi Selular berada di posisi teratas dengan penawaran Rp6,823 miliar per MHz untuk alokasi 80 MHz, dengan total nilai Rp545,84 miliar. PT Indosat Tbk menempati posisi kedua dengan alokasi 60 MHz senilai Rp372 miliar, sedangkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk berada di peringkat ketiga dengan alokasi 50 MHz senilai Rp231,6 miliar.

Tahap berikutnya adalah penyusunan Berita Acara Hasil Seleksi sebagai dasar bagi Menteri Komunikasi dan Digital dalam menetapkan pemenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penetapan tersebut bersifat final dan mengikat.

Kemkomdigi menegaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi radio guna meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi seluler di Indonesia. Optimalisasi ini juga diharapkan dapat memperluas pemerataan akses internet pita lebar, meningkatkan kualitas konektivitas digital, serta mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Dokumen resmi hasil akhir masa sanggah dapat diakses dan diunduh oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.