Kementan Genjot Produksi Indukan Ayam Lokal Unggul Hasil Riset Unhas

0
48
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Makassar, Sulsel) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mendukung pengembangan 5.000 ekor parent stock (indukan) Ayam ALOPE UNHAS-1 sebagai upaya memperkuat ketersediaan protein hewani nasional sekaligus mempercepat hilirisasi inovasi riset perguruan tinggi.

Program dengan nilai Rp2,1 miliar ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara BRMP dan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Mei 2026. Implementasi kerja sama dimulai pada Juni 2026 dengan target menghasilkan 5.000 indukan ayam ALOPE UNHAS-1 guna mendukung pengembangan ayam lokal unggul di Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan pokok, tetapi juga harus menjamin ketersediaan protein hewani berkualitas. Ia menekankan pentingnya mendorong pemanfaatan inovasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat diterapkan secara luas di masyarakat.

“Ketahanan pangan harus dibangun secara menyeluruh, termasuk melalui penguatan penyediaan protein hewani. Inovasi dalam negeri harus menjadi solusi untuk meningkatkan produksi, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan nilai tambah bagi peternak,” ujarnya.

Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan hasil pemuliaan Fakultas Peternakan Unhas yang memiliki produktivitas tinggi serta adaptif terhadap lingkungan tropis Indonesia. Pengembangannya diharapkan menjadi sumber bibit ayam lokal unggul yang mampu meningkatkan produktivitas peternak dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala BRMP Fadjry Djufry menyatakan bahwa kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin merupakan bagian dari upaya mempercepat hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat.

“BRMP memiliki mandat untuk mempercepat pemanfaatan inovasi pertanian. Hasil penelitian yang potensial harus didorong agar dapat diadopsi secara luas. Pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1 menjadi salah satu implementasi kerja sama strategis untuk memperkuat penyediaan protein hewani sekaligus meningkatkan daya saing peternakan nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian melalui BRMP. Ia menilai program ini menjadi momentum penting dalam memperluas pemanfaatan inovasi yang dikembangkan sivitas akademika.

“Kami berharap program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi BRMP dan Universitas Hasanuddin, Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan inovasi riset untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan bergizi, khususnya protein hewani. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.