Layanan Angkutan Perintis Tetap Jalan, Pemerintah Jaga Konektivitas 3TP

0
105
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa seluruh layanan angkutan perintis di Indonesia akan terus beroperasi hingga akhir 2026. Hal ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Terpencil (3TP). (Foto: Kemenhub)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan layanan angkutan perintis di seluruh Indonesia akan terus beroperasi hingga akhir 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas, terutama bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Terpencil (3TP).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa angkutan perintis meliputi layanan transportasi jalan, distribusi barang, serta penyeberangan yang menjadi tulang punggung mobilitas di daerah yang belum terjangkau transportasi komersial.

Menurutnya, keberadaan layanan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi yang terjangkau dan merata bagi masyarakat. Pemerintah pun menjamin operasional angkutan perintis tetap berjalan di berbagai wilayah hingga penghujung tahun.

Aan menambahkan, peran angkutan perintis tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada 2026, pemerintah mengoperasikan 313 trayek angkutan jalan perintis yang tersebar di 32 provinsi dengan dukungan 640 unit bus dan anggaran sebesar Rp161,2 miliar. Selain itu, tersedia pula 265 lintasan penyeberangan perintis di 24 provinsi yang dilayani oleh 101 kapal guna menghubungkan wilayah antarpulau yang belum terlayani secara komersial.

Terkait isu yang beredar mengenai layanan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Aan memastikan seluruh angkutan penyeberangan perintis di wilayah tersebut tetap beroperasi sesuai rencana hingga akhir tahun. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27,99 miliar untuk mendukung layanan di provinsi tersebut.

Kemenhub akan terus melakukan pemantauan agar seluruh layanan berjalan optimal, sehingga masyarakat di wilayah 3TP tetap mendapatkan akses transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Keberlanjutan program ini diharapkan mampu menjaga konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan dari desa dan meningkatkan konektivitas nasional.