Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi Nasional hingga Rp5 Triliun

0
43
Foto: Info Publik

(Vibizmedia – Jakarta) Penyiaran Piala Dunia FIFA 2026 melalui TVRI diperkirakan mampu menggerakkan ekonomi hingga Rp5,03 triliun, baik secara langsung maupun tidak langsung. Angka tersebut mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan turnamen.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai dampak tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari hak siar, periklanan, sponsorship, hingga promosi produk. Selain itu, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise juga turut menyumbang, disertai lonjakan aktivitas di sektor hotel, restoran, kafe (horeka), kegiatan nonton bareng (nobar), serta pelaku UMKM di berbagai daerah.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, menegaskan bahwa manfaat ekonomi dari ajang ini tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil hingga menengah di seluruh Indonesia. Menurutnya, momentum Piala Dunia membuka peluang luas bagi sektor kuliner, industri kreatif, hingga penyedia jasa di tingkat lokal.

Tingginya dampak ekonomi ini juga didorong oleh kolaborasi antara TVRI, pemerintah, dunia usaha, serta dukungan aparat seperti TNI dan Polri, ditambah partisipasi masyarakat yang sangat besar. Survei yang dilakukan Lokadata bersama TVRI menunjukkan mayoritas masyarakat mengikuti turnamen, dengan sebagian besar menyaksikan melalui siaran TVRI.

Fenomena nonton bareng menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat. Sebagian besar penonton tercatat mengikuti kegiatan nobar dengan pengeluaran untuk makanan, minuman, hingga kebutuhan pendukung lainnya. Aktivitas ini secara langsung meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di berbagai wilayah.

Jangkauan siaran TVRI yang luas, terutama melalui televisi digital gratis, turut memperbesar efek ekonomi tersebut karena dapat diakses oleh masyarakat secara merata tanpa biaya berlangganan. Hal ini juga berkontribusi pada tingginya apresiasi publik terhadap kualitas siaran, yang dinilai mudah diakses, minim iklan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menyampaikan bahwa keberhasilan penyiaran Piala Dunia tidak hanya dilihat dari kualitas tayangan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Ia menilai kepercayaan sebagai penyiar resmi merupakan tanggung jawab untuk menghadirkan siaran yang inklusif sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari KADIN, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga komunitas dan pelaku UMKM yang bersama-sama menyukseskan rangkaian kegiatan selama Piala Dunia 2026.

Capaian ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat UMKM, serta memperluas pemerataan manfaat pembangunan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.