KEK Samota Disiapkan Jadi Pusat Wisata Bahari Kelas Dunia

0
42
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (Foto: Kemenpar)

(Vibizmedia – Sumbawa) Kementerian Pariwisata terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai destinasi wisata bahari berkelas dunia yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan hal tersebut dalam Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7/2026). Ia menilai kawasan Samota memiliki potensi besar karena menggabungkan kekayaan wisata bahari, kawasan konservasi, serta budaya lokal dengan peluang investasi yang menjanjikan.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal utama untuk mengembangkan Samota sebagai destinasi unggulan melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Pengembangan kawasan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang,” ujar Ni Luh.

Ia menjelaskan, pengembangan KEK Samota mengusung konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, serta ekonomi kreatif. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan destinasi wisata berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perikanan, UMKM, peternakan, dan agroindustri sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan berkelanjutan.

Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini didukung oleh Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin dan Pelabuhan Pototano yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Kemudahan akses tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan konektivitas sekaligus menarik minat investasi di sektor pariwisata.

Potensi pengembangan Samota juga diperkuat oleh tren kunjungan wisata yang menunjukkan prospek positif. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Kabupaten Sumbawa mencatat lebih dari 514 ribu kunjungan wisatawan nusantara, sementara Kabupaten Dompu menerima hampir 497 ribu kunjungan.

Sementara itu, potensi wisatawan mancanegara tercermin dari arus kunjungan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, yang didominasi wisatawan dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.

Wamenpar menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus mengawal pengembangan KEK Samota agar dapat berkembang optimal sebagai kawasan strategis yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“KEK Samota merupakan aset strategis yang memadukan keindahan bahari, kekayaan konservasi, dan budaya dalam satu kawasan terintegrasi. Kami akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata di kawasan ini, mulai dari fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur dan kualitas destinasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga promosi investasi secara berkelanjutan,” kata Ni Luh.

Kunjungan kerja Wamenpar ke Sumbawa dilakukan bersama sejumlah wakil menteri dari berbagai kementerian, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendorong percepatan pengembangan KEK Samota.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengunjugi KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7/2026) (Foto: Kemenpar)