TN Gunung Maras 10 Tahun, Kolaborasi Jaga Habitat Satwa Endemik

0
35
Foto: Kemenhut

(Vibizmedia – Nasional) Taman Nasional (TN) Gunung Maras pada tanggal 27 Juli 2026 genap berusia 10 tahun sejak ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada Juli 2016. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kawasan yang berperan penting sebagai penyangga kehidupan sekaligus habitat beragam flora dan fauna di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

TN Gunung Maras merupakan salah satu dari 11 kawasan konservasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan di bawah Kementerian Kehutanan. Kawasan ini berada di wilayah Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat, serta dapat diakses dari Kota Pangkalpinang menuju Desa Dalil dengan jarak sekitar 90 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan darat.

Kawasan ini memiliki bentang alam yang beragam, mencakup ekosistem mangrove, pegunungan, dan dataran rendah. Gunung Maras sendiri dikenal sebagai tujuan wisata alam dan pendakian, sekaligus merupakan titik tertinggi di Pulau Bangka dengan ketinggian sekitar 710 meter di atas permukaan laut, sehingga dijuluki “Atap Bangka Belitung”.

TN Gunung Maras juga menjadi habitat penting bagi satwa endemik, seperti kukang bangka (Nycticebus bancanus) dan tarsius bangka (Cephalopachus bancanus). Selain itu, kawasan ini memiliki daya tarik wisata alam berupa sejumlah air terjun, di antaranya Air Terjun Berbura, Air Terjun Bidadari, dan Air Terjun Tujuh Tingkat. Keberagaman potensi ini menjadikan kawasan tersebut penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Mengusung tema “Melestarikan Keanekaragaman Hayati Bangka”, peringatan 10 tahun TN Gunung Maras diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pengawasan pendakian, sosialisasi dan edukasi bagi pendaki, serta pemberian merchandise kepada 10 pengunjung pertama yang tertib mengikuti aturan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat.

Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, menyebut satu dekade perjalanan ini sebagai tonggak penting dalam menjaga keutuhan ekosistem “Atap Bangka Belitung” dari berbagai ancaman kerusakan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal agar kelestarian satwa endemik serta potensi wisata alam di kawasan ini tetap terjaga hingga masa mendatang.

Peringatan satu dekade TN Gunung Maras tidak hanya menjadi penanda perjalanan waktu, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kawasan konservasi beserta seluruh keanekaragaman hayatinya. Balai KSDA Sumatera Selatan pun mengajak seluruh pihak untuk turut menjaga kelestarian kawasan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem.