Kemendag Perkuat Ekspor Indonesia Timur, Fokus Cetak Eksportir Baru

0
41
Ilustrasi Pengembangan Ekspor Sulawesi, Papua, dan Maluku

(Vibizmedia – Industry) Guna meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,  Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat strategi pengembangan ekspor berbasis potensi daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar Forum Koordinasi Program Pengembangan Ekspor Berbasis Kewilayahan untuk wilayah Sulawesi, Papua, dan Maluku secara daring pada Kamis (30/7).

Melalui forum ini, Kemendag ingin membangun ekosistem ekspor yang lebih adaptif sekaligus melahirkan lebih banyak eksportir baru dari kawasan timur Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan setiap daerah memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan yang berbeda sehingga strategi pengembangan ekspor tidak dapat disamaratakan. Karena itu, pendekatan berbasis kewilayahan menjadi langkah penting agar program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di daerah.

“Sulawesi, Papua, dan Maluku memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk bernilai tambah yang semakin diminati pasar dunia. Forum ini menjadi wujud komitmen Kemendag memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekspor yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Puntodewi.

Berbagai masukan yang diperoleh dari pemerintah daerah dan pelaku usaha akan menjadi dasar penyempurnaan program Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Ke depan, Kemendag akan memperkuat sinergi melalui penyediaan informasi pasar, peningkatan kapasitas pelaku usaha, promosi dagang, penjajakan bisnis (business matching), hingga pendampingan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

Forum yang dimoderatori Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid itu diikuti kepala dinas yang membidangi perdagangan dari berbagai provinsi di Sulawesi, Papua, dan Maluku, serta pelaku usaha yang telah maupun sedang mempersiapkan diri memasuki pasar ekspor.

Dalam diskusi, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian bersama, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar negara tujuan, sertifikasi, penguatan promosi, perluasan akses pembeli internasional, hingga keterbatasan infrastruktur logistik.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, Winarsih, menilai kualitas dan kemasan produk UMKM Papua terus mengalami peningkatan. Namun, pelaku usaha masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi berbagai persyaratan ekspor, termasuk sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), kurasi produk, dan business matching agar dapat mengekspor produknya secara mandiri.

Menurut Winarsih, sektor perikanan Papua Barat Daya memiliki peluang besar menembus pasar internasional. Pengembangannya, bagaimanapun, masih memerlukan dukungan infrastruktur logistik dan rantai dingin, termasuk ketersediaan pabrik es.

Sementara itu, perwakilan PT Semarak Dharma Timber, Ridwan, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap kelancaran ekspor kayu olahan langsung dari Pelabuhan Jayapura. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar ekspor langsung dari wilayah timur semakin berkembang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo juga menyampaikan, ekspor daerah terus menunjukkan tren positif, tidak hanya dari sektor pertambangan, tetapi juga komoditas nonpertambangan seperti durian, kelapa, dan produk turunannya.

Dukungan Kemendag diharapkan terus ditingkatkan agar semakin banyak produk Sulawesi Tengah dapat diekspor langsung ke berbagai negara tujuan, seperti Tiongkok, Filipina, Korea Selatan, dan Jepang.