Pemerintah dan Dunia Usaha Bersatu Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

0
65
Kadin Indonesia
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen.

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Kepala Negara, dialog dengan Kadin menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan dunia usaha guna mempercepat pembangunan nasional.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Ketika saya mendapat laporan bahwa Kadin ingin bertemu, saya langsung mengatakan bahwa pertemuan ini sangat penting dan harus diprioritaskan,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai kebijakan strategis diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung transformasi menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Menurut Anindya, dunia usaha telah mempersiapkan diri menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik global dengan memilih pendekatan yang optimistis serta berorientasi pada solusi.

“Kami memilih untuk berpikir optimistis dan mencari solusi, karena hampir semua negara menghadapi tantangan yang sama. Yang terpenting adalah bagaimana kita bekerja sama menghadapi situasi tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah melalui APBN dan APBD, tetapi juga oleh investasi, kreativitas, serta inovasi para pelaku usaha. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dinilai semakin penting.

Dalam kesempatan tersebut, Kadin juga melaporkan sejumlah program prioritas yang mendukung agenda pemerintah. Di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.

Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi membangun 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selain itu, organisasi tersebut menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi sekitar 208 ribu pekerja migran Indonesia agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja internasional.

Kadin juga menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor industri sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

Di bidang diplomasi ekonomi, Kadin memperkenalkan Kadin Global Engagement Office, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengoptimalkan implementasi berbagai perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi internasional. Lembaga tersebut diharapkan mampu menjembatani peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi bagi pelaku usaha nasional.

Selain itu, Kadin meluncurkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, sebuah platform yang mempromosikan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Menutup laporannya, Anindya menegaskan optimisme bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.

“Selama dua dekade terakhir ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen. Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, kita harus secara bertahap menuju pertumbuhan 8 persen. Kami yakin, dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, target tersebut sangat mungkin diwujudkan,” ujarnya.

Pertemuan di Istana Negara tersebut menegaskan semakin eratnya kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun perekonomian nasional. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pemerintah bersama Kadin optimistis mampu mempercepat transformasi ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, serta membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.